Blogger templates

RINGKASAN SIFAT SHALAT NABI SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM bag II


RINGKASAN SIFAT SHALAT NABI SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM

 Oleh
 Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani


 Perhatian :
 Tulisan ini hanya ringkasan, bagi pembaca yang ingin mengetahui dalil-dalilnya dipersilahkan merujuk buku aslinya yaitu : "Sifat Shalat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam", oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani


 (6). RUKU'
 69. Bila selesai membaca, maka diam sebentar menarik nafas agar bisa teratur

 70. Kemudian mengangkat kedua tangan seperti yang telah dijelaskan terdahulu pada takbiratul ihram.

 71. Dan takbir, hukumnya adalah wajib.

 72. Lalu ruku' sedapatnya agar persendian bisa menempati posisinya dan setiap anggota badan mengambil tempatnya. Adapun ruku' adalah rukun.

 CARA RUKU'
 73. Meletakkan kedua tangan diatas lutut dengan sebaik-baiknya, lalu merenggangkan jari-jari seolah-olah menggemgam kedua lutut. Semua itu hukumnya wajib.

 74. Mensejajarkan punggung dan meluruskannya, sehingga jika kita menaruh air dipunggungnya tidak akan tumpah. Hal ini wajib.

 75. Tidak merendahkan kepala dan tidak pula mengangkatnya tapi disejajarkan dengan punggung.

 76. Merenggangkan kedua siku dari badan.

 77. Mengucapkan saat ruku'. "Subhaana rabbiiyal 'adhiim". "Segala puji bagi Allah yang Maha Agung". tiga kali atau lebih. [1]

 MENYAMAKAN PANJANGNYA RUKUN
 78. Termasuk sunnah untuk menyamakan panjangnya rukun, diusahakan antara ruku' berdiri dan sesudah ruku', dan duduk diantara dua sujud hampir sama.

 79. Tidak boleh membaca Al-Qur'an saat ruku' dan sujud.

 I'TIDAL SESUDAH RUKU'
 80. Mengangkat punggung dari ruku' dan ini adalah rukun.

 81. Dan saat i'tidal mengucapkan . "Syami'allahu-liman hamidah". "Semoga Allah mendengar orang yang memuji-Nya". adapun hukumnya wajib.

 82. Mengangkat kedua tangan saat i'tidal seperti dijelaskan terdahulu.

 83. Lalu berdiri dengan tegak dan tenang sampai seluruh tulang menempati posisinya. Ini termasuk rukun.

 84. Mengucapkan saat berdiri. "Rabbanaa wa lakal hamdu" [Ya tuhan kami bagi-Mu-lah segala puji]. [2] Hukumnya adalah wajib bagi setiap orang yang shalat meskipun sebagai imam, karena ini adalah wirid saat berdiri, sedang tasmi (ucapana Sami'allahu liman hamidah) adalah wirid i'tidal (saat bangkit dari ruku' sampai tegak).

 85. Menyamakan panjang antara rukun ini dengan ruku' seperti dijelaskan terdahulu.

 (7). SUJUD
 86. Lalu mengucapkan "Allahu Akbar" dan ini wajib.

 87. Kadang-kadang sambil mengangkat kedua tangan.

 TURUN DENGAN KEDUA TANGAN.
 88. Lalu turun untuk sujud dengan kedua tangan diletakkan terlebih dahulu sebelum kedua lutut, demikianlah yang diperintahkan oleh Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam serta tsabit dari perbuatan beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam. Dan beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam melarang untuk menyerupai cara berlututnya unta yang turun dengan kedua lututnya yang terdapat di kaki depan.

 89. Apabila sujud -dan ini adalah rukun- bertumpu pada kedua telapak tangan serta melebarkannya.

 90. Merapatkan jari jemari.

 91. Lalu menghadapkan ke kiblat.

 92. Merapatkan kedua tangan sejajar dengan bahu.

 93. Kadang-kadang meletakkan keduanya sejajar dengan telinga.

 94. Mengangkat kedua lengan dari lantai dan tidak meletakkannya seperti cara anjing. Hukumnya adalah wajib.

 95. Menempelkan hidung dan dahi ke lantai, ini termasuk rukun.

 96. Menempelkan kedua lutut ke lantai.

 97. Demikian pula ujung-ujung jari kaki.

 98. Menegakkan kedua kaki, dan semua ini adalah wajib.

 99. Menghadapkan ujung-ujung jari ke qiblat.

 100. Meletakkan / merapatkan kedua mata kaki.

 BERLAKU TEGAK KETIKA SUJUD
 101. Wajib berlaku tegak ketika sujud, yaitu tertumpu dengan seimbang pada semua anggota sujud yang terdiri dari : Dahi termasuk hidung, dua telapak tangan, dua lutut dan ujung-ujung jari kedua kaki.

 102. Barangsiapa sujud seperti itu berarti telah thuma'ninah, sedangkan thuma'ninah ketika sujud termasuk rukun juga.

 103. Mengucapkan ketika sujud. "Subhaana rabbiyal 'alaa" [Maha Suci Rabbku yang Maha Tinggi] diucapkan tiga kali atau lebih.

 104. Disukai untuk memperbanyak do'a saat sujud, karena saat itu do'a banyak dikabulkan.

 105. Menjadikan sujud sama panjang dengan ruku' seperti diterangkan terdahulu.

 106. Boleh sujud langsung di tanah, bolah pula dengan memakai alas seperti kain, permadani, tikar dan sebagainya.

 107. Tidak boleh membaca Al-Qur'an saat sujud.

 IFTIRASY DAN IQ'A KETIKA DUDUK ANTARA DUA SUJUD
 108. Kemudian mengangkat kepala sambil takbir, dan hukumnya adalah wajib.

 109. Kadang-kadang sambil mengangkat kedua tangan.

 110. Lalu duduk dengan tenang sehingga semua tulang kembali ke tempatnya masing-masing, dan ini adalah rukun.

 111. Melipat kaki kiri dan mendudukinya. Hukumnya wajib.

 112. Menegakkan kaki kanan (sifat duduk seperti No. 111 dan 112 ini disebut Iftirasy).

 113. Menghadapkan jari-jari kaki kekiblat.

 114. Boleh iq'a sewaktu-waktu, yaitu duduk diatas kedua tumit.

 115. Mengucapkan pada waktu duduk. "Allahummagfirlii, warhamnii' wajburnii', warfa'nii', wa 'aafinii, warjuqnii". [Ya Allah ampunilah aku, syangilah aku, tutuplah kekuranganku, angkatlah derajatku, dan berilah aku afiat dan rezeki]

 116. Dapat pula mengucapkan. "Rabbigfirlii, Rabbigfilii".[Ya Allah ampunilah aku, ampunilah aku]

 117. Memperpanjang duduk sampai mendekati lama sujud.

 SUJUD KEDUA
 118. Kemudian takbir, dan hukumnya wajib.

 119. Kadang-kadang mengangkat kedua tangannya dengan takbir ini.

 120. Lalu sujud yang kedua, ini termasuk rukun juga.

 121. Melakukan pada sujud ini apa-apa yang dilakukan pada sujud pertama.

 DUDUK ISTIRAHAT
 122. Setelah mengangkat kepala dari sujud kedua, dan ingin bangkit ke rakaat yang kedua wajib takbir.

 123. Kadang-kadang sambil mengangkat kedua tangannya.

 124. Duduk sebentar diatas kaki kiri seperti duduk iftirasy sebelum bangkit berdiri, sekadar selurus tulang menempati tempatnya.

 RAKAAT KEDUA
 125. Kemudian bangkit raka'at kedua -ini termasuk rukun- sambil menekan kelantai dengan kedua tangan yang terkepal seperti tukang tepung mengepal kedua tangannya.

 126. Melakukan pada raka'at yang kedua seperti apa yang dilakukan pada rakaat pertama.

 127. Akan tetapi tidak membaca pada raka'at yang kedua ini do'a iftitah.

 128. Memendekkan raka'at kedua dari raka'at yang pertama.

 DUDUK TASYAHUD
 129. Setelah selesai dari raka'at kedua duduk untuk tasyahud, hukumnya wajib.

 130. Duduk iftirasy seperti diterangkan pada duduk diantara dua sujud.

 131. Tapi tidak boleh iq'a ditempat ini.

 132. Meletakkan tangan kanan sampai siku diatas paha dan lutut kanan, tidak diletakkan jauh darinya.

 133. Membentangkan tangan kiri diatas paha dan lutut kiri.

 134. Tidak boleh duduk sambil bertumpu pada tangan, khususnya tangan yang kiri.

 MENGGERAKAN TELUNJUK DAN MEMANDANGNYA
 135. Menggemgam jari-jari tangan kanan seluruhnya, dan sewaktu-waktu meletakkan ibu jari diatas jari tengah.

 136. Kadang-kadang membuat lingkaran ibu jari dengan jari tengah.

 137. Mengisyaratkan jari telunjuk ke qiblat.

 138. Dan melihat pada telunjuk.

 139. Menggerakan telunjuk sambil berdo'a dari awal tasyahud sampai akhir.

 140. Tidak boleh mengisyaratkan dengan jari tangan kiri.

 141. Melakukan semua ini disemua tasyahud.

 UCAPAN TASYAHUD DAN DO'A SESUDAHNYA
 142. Tasyahud adalah wajib, jika lupa harus sujud sahwi.

 143. Membaca tasyahud dengan sir (tidak dikeraskan).

 144. Dan lafadznya : "At-tahiyyaatu lillah washalawaatu wat-thayyibat, assalamu 'alan - nabiyyi warrahmatullahi wabarakaatuh, assalaamu 'alaiynaa wa'alaa 'ibaadil-llahis-shaalihiin, asyhadu alaa ilaaha illallah, asyhadu anna muhamaddan 'abduhu warasuuluh".

 "Artinya : Segala penghormatan bagi Allah, shalawat dan kebaikan serta keselamatan atas Nabi [2] dan rahmat Allah serta berkat-Nya. Keselamatan atas kita dan hamba-hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tidak ada sembahan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad hamba dan rasul-Nya".

 145. Sesudah itu bershalawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam dengan mengucakan : "Allahumma shalli 'alaa muhammad, wa 'alaa ali muhammad, kamaa shallaiyta 'alaa ibrahiima wa 'alaa ali ibrahiima, innaka hamiidum majiid".

 "Allahumma baarik 'alaa muhammaddiw wa'alaa ali muhammadin kamaa baarikta 'alaa ibraahiima wa 'alaa ali ibraahiima, innaka hamiidum majiid".

 "Artinya : Ya Allah berilah shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau bershalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Mulia.

 Ya Allah berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau memberkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim sesunguhnya Engkau Maha Terpuji dan Mulia".

 146. Dapat juga diringkas sebagai berikut : "Allahumma shalli 'alaa muhammad, wa 'alaa ali muhammad, wabaarik 'alaa muhammadiw wa'alaa ali muhammadin kamaa shallaiyta wabaarikta 'alaa ibraahiim wa'alaa ali ibraahiim, innaka hamiidum majiid".

 "Artinya : Ya Allah bershalawtlah kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana engkau bershalwat dan memberkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim sesungguhnya Engkau Terpuji dan Mulia".

 147. Kemudian memilih salah satu do'a yang disebutkan dalam kitab dan sunnah yang paling disenangi lalu berdo'a kepada Allah dengannya.

 RAKAAT KETIGA DAN KEEMPAT
 148. Kemudian takbir, dan hukumnya wajib. Dan sunnah bertakbir dalam keadaan duduk.

 149. Kadang-kadang mengangkat kedua tangan.

 150. Kemudian bangkit ke raka'at ketiga, ini adalah rukun seperti sebelumnya.

 151. Seperti itu pula yang dilakukan bila ingin bangkit ke raka'at yang ke empat.

 152. Akan tetapi sebelum bangkit berdiri, duduk sebentar diatas kaki yang kiri (duduk iftirasy) sampai semua tulang menempati tempatnya.

 153. Kemudian berdiri sambil bertumpu pada kedua tangan sebagaimana yang dilakukan ketika berdiri ke rakaat kedua.

 154. Kemudian membaca pada raka'at ketiga dan keempat surat Al-Fatihah yang merupakan satu kewajiban.

 155. Setelah membaca Al-Fatihah, boleh sewaktu-waktu membaca bacaan ayat atau lebih dari satu ayat.

 QUNUT NAZILAH DAN TEMPATNYA
 156. Disunatkan untuk qunut dan berdo'a untuk kaum muslimin karena adanya satu musibah yang menimpa mereka.

 157. Tempatnya adalah setelah mengucapkan : "Rabbana lakal hamdu".

 158. Tidak ada do'a qunut yang ditetapkan, tetapi cukup berdo'a dengan do'a yang sesuai dengan musibah yang sedang terjadi.

 159. Mengangkat kedua tangan ketika berdo'a.

 160. Mengeraskan do'a tersebut apabila sebagai imam.

 161. Dan orang yang dibelakangnya mengaminkannya.

 162. Apabila telah selesai membaca do'a qunut lalu bertakbir untuk sujud.

 QUNUT WITIR, TEMPAT DAN LAFADZNYA
 163. Adapun qunut di shalat witir disyari'atkan untuk dilakukan sewaktu-waktu.

 164. Tempatnya sebelum ruku', hal ini berbeda dengan qunut nazilah.

 165. Mengucapkan do'a berikut :"Allahummah dinii fiiman hadayit, wa 'aafiinii fiiman 'aafayit, watawallanii fiiman tawallayit, wa baariklii fiimaa a'thayit, wa qinii syarra maaqadhayit, fainnaka taqdhii walaa yuqdhaa 'alayika wainnahu laayadzillu maw waalayit walaa ya'izzu man 'aadayit, tabaarakta rabbanaa wata'alayit laa manjaa minka illaa ilayika".

 "Artinya : Ya Allah tunjukilah aku pada orang yang engkau tunjuki dan berilah aku afiat pada orang yang Engkau beri afiat. Serahkanlah aku pada orang yang berwali kepada-Mu, berilah aku berkah pada apa yang Engkau berikan kepadaku, lindungilah aku dari keburukan yang Engkau tetapkan, karena Engkau menetapkan, dan tidak ada yang menetapkan untukku. Dan sesungguhnya tidak akan hina orang yang berwali kepada-Mu, dan tidak akan mulia orang yang memusuhi-Mu, Engkau penuh berkah, Wahai Rabb kami dan kedudukan-Mu sangat tinggi, tidak ada tempat berlindung kecuali kepada-Mu".

 166. Do'a ini termasuk do'a yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam diperbolehkan karena tsabit dari para shahabat radiyallahu anhum.

 167. Kemudian ruku' dan bersujud dua kali seperti terdahulu.

 TASYAHUD AKHIR DAN DUDUK TAWARUK
 168. Kemudian duduk untuk tasyahud akhir, keduanya adalah wajib.

 169. Melakukan pada tasyahud akhir apa yang dilakukan pada tasyahud awal.

 170. Selain duduk di sini dengan cara tawaruk yaitu meletakan pangkal paha kiri ketanah dan mengeluarkan kedua kaki dari satu arah dan menjadikan kaki kiri kebawah betis kanan.

 171. Menegakkan kaki kanan.

 172. Kadang-kadang boleh juga dijulurkan.

 173. Menutup lutut kiri dengan tangan kiri yang bertumpu padanya.

 KEWAJIBAN SHALAWAT ATAS NABI SHALLALLAHU 'ALAIHI WA SALLAM DAN BERLINDUNG DARI EMPAT PERKARA
 174. Wajib pada tasyahud akhir bershalawat kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam sebagaimana lafadz-lafadznya yang telah kami sebutkan pada tasyahud awal.

 175. Kemudian berlindung kepada Allah dari empat perkara, dan mengucapkan :" Allahumma inii a'uwdzubika min 'adzaabi jahannam, wa min 'adzaabil qabri wa min fitnatil mahyaa wal mamaati wa min tsarri fitnatil masyihid dajjal".

 "Artinya : Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari siksa Jahannam dan dari siksa kubur, dan dari fitnah orang yang hidup dan orang yang mati serta dari keburukan fitnah masih ad-dajjal". [4]

 BERDO'A SEBELUM SALAM
 176. Kemudian berdo'a untuk dirinya dengan do'a yang nampak baginya dari do'a-do'a tsabit dalam kitab dan sunnah, dan do'a ini sangat banyak dan baik. Apabila dia tidak menghafal satupun dari do'a-do'a tersebut maka diperbolehkan berdo'a dengan apa yang mudah baginya dan bermanfaat bagi agama dan dunianya.

 SALAM DAN MACAM-MACAMNYA
 177. Memberi salam kearah kanan sampai terlihat putih pipinya yang kanan, hal ini adalah rukun.

 178. Dan kearah kiri sampai terlihat putih pipinya yang kiri meskipun pada shalat jenazah.

 179. Imam mengeraskan suaranya ketika salam kecuali pada shalat jenazah.

 180. Macam-macam cara salam.
 Pertama mengucapkan. "Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu" ke arah kanan dan mengucapkan. "Assalamu'alaikum warahmatullah" ke arah kiri.
 Kedua : Seperti diatas tanpa (Wabarakatuh).
 Ketiga mengucapkan."Assalamu'alaikum warahmatullahi" ke arah kanan dan. "Assalamu'alaikum" ke arah kiri.
 Keempat : Memberi salam dengan satu kali kedepan dengan sedikit miring kearah kanan.

 PENUTUP
 Saudaraku seagama.
 Inilah yang terjangkau bagiku dalam meringkas sifat shalat nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam sebagai satu usaha untuk mendekatkannya kepadamu sehingga engkau mendapatkan satu kejelasan, tergambar dalam benakmu, seakan-akan engkau melihatnya dengan kedua belah matamu. Apabila engkau melaksanakan shalatmu sebagaimana yang aku sifatkan kepadamu tentang shalat nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, maka aku mengharapkan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala agar menerima shalatmu, karena engkau telah melaksanakan satu perbuatan yang sesuai dengan perkataan nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.

 "Artinya : Shalatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku shalat".

 Setelah itu satu hal jangan engkau lupakan, agar engkau menghadirkan hatimu dan khusyu' ketika melakukan shalat, karena itu tujuan utama berdirinya sang hamba di hadapan Allah Subahanahu wa Ta'ala, dan sesuai dengan kemampuan yang ada padamu dari apa yang aku sifatkan tentang kekhusu'an serta mengikuti cara shalat nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, sehingga engkau mendapatkan hasil diharapkan sebagaimana yang telah diisyaratkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan firman-Nya.

 "Artinya : Sesungguhnya shalat mencegah dari perbuatan keji dan munkar".
 Akhirnya. Aku memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala agar menerima shalat kita dan amal kita secara keseluruhan, dan menyimpan pahala shalat kita sampai kita bertemu dengan-Nya. "Di hari tidak bermanfaat lagi harta dan anak-anak kecuali yang datang dengan hati yang suci". Dan segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.

 [Disalin dari buku Ringkasan Sifat Shalat Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam, Oleh Muhammad Nashiruddin Al-Albani, Penerjemah Amiruddin Abd. Djalij, M Dahri, Penerbit Lembaga Ilmiah Masjid At-Taqwa Rawalumbu Bekasi Timur]
 _______
 Fotenote.
 [1]. Masih ada dzikir-dzikir yang lain untuk dibaca pada ruku' ini, ada dzikir yang panjang, ada yang sedang, dan ada yang pendek, lihat kembali kitab Sifat Shalat nabi.
 [2]. Masih ada dzikir-dzikir yang lain untuk dibaca pada ruku' ini, ada dzikir yang panjang, ada yang sedang, dan ada yang pendek, lihat kembali kitab Sifat Shalat Nabi
 [3]. Ini adalah yang disyariatkan sesudah Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam wafat dan tsabit dalilnya diriwayatkan Ibnu Mas'ud, Aisyah, Ibnu Zubair dan Ibnu Abas Radhiyallahu 'anhu, barang siapa yang ingin penjelasan lebih lengkap lihat kitab Sifat Shalat.
 [4]. Fitnah orang hidup adalah segala yang menimpa manusia dalam hidupnya seperti fitnah dunia dan syahwat, fitnah orang yang mati adalah fitnah kubur dan pertanyaan dua malaikat, dan fitnah masih ad-dajjal apa yang nampak padanya dari kejadian-kejadian yang luar biasa yang banyak menyesatkan manusia dan menyebabkan mereka mengikuti da'wahnya tentang ketuhanannya

Mengenal Agama Syi’ah (Rafidhoh)


Mengenal Agama Syi’ah (Rafidhoh)

بسم الله الرحمن الرحيم
Ditulis: Abu Ubayd Fadly al-Bughisy
Muroja’ah: Abu Muqbil Ali Abbas -semoga Alloh menjaga mereka semua-
Mangkutana, Luwu Timur, Sulawesi Selatan pada 21 Dzulhijjah 1432H
الحمد لله رب العالمين و الصلاة و السلام على أشرف الانبياء و المرسلين و لا عدوان الا على الظالمين
: أما بعد
Gemuruh seruaan doa qunut  nazilah telah terdengar dari berbagai penjuru dunia , Wahai Alloh binasakanlah kaum rofidhoh, musuh-Mu ,musuh rosul-Mu, musuh malaikat-malaikat-Mu,dan musuh hamba-hamba- Mu yang sholeh, khususnya dari kalangan Ahlussunnah yang gigih membela kebenaran tanpa rasa takut .
Mungkin sebagian kita ada yang bertanya-tanya  ataupun terheran-heran dengannya, terlebih lagi ketika fatwa Asy-Syaikh Robi’ Al-Madkholy tersebar , yang menyebutkan bahwa konflik antara Ahlussunnah dengan rofidhoh adalah konflik antara islam dan kekufuran…!
Maka –insya Alloh- saya dengan sedikit tulisan ini akan menyebutkan beberapa perkara yang bisa menjadi argumen atas perkara tersebut, yang menjelaskan tentang Rofidhoh . Maka kami katakan dengan pertolongan Alloh :
Asal usul Rofidhoh:
Kelompok ini berasal dari kelompok syi’ah. Dimana kelompok tersebut didirikan oleh Abdulloh bin Saba’  berasal dari Yaman  yang dahulu adalah seorang yang beragama yahudi. Ia menampakkan keislamannya serta menampakkan sikap extrim terhadap ‘Ali bin Abi Tholib -semoga Alloh meridhoinya- dan keturunannya (Ahlil-Bait) karena mereka adalah orang-orang yang dimuliakan oleh kaum muslimin untuk mengelabuhi kaum muslimin, kemudian ia menebar makar demi makar serta racun demi racun ditengah-tengah barisan kaum muslimin untuk merusak Islam dari dalam ,  sebagaimana yang dilakukan oleh Bulis bin Yusya’ -seorang dari raja Yahudi- untuk merusak agama Nashroni  .
“Rofidhoh “ berasal dari kata    رفض yaitu meninggalkan, Mereka dikatakan sebagai “Rofidhoh “ ketika Zaid bin ‘Ali (salah seorang dari keturunan ‘Ali Ahlul-Bait) menyanjung Abu Bakar dan ‘Umar –rodhiyallohu ‘anhuma-, kemudian merekapun tidak setuju dan meninggalkannya.Maka Zaid bin ‘Ali berkata : kalau begitu kalian adalah ‘rofidhoh’ (lihat ilhadul-khumaini karya Asy-syaikh Muqbil -rohimahulloh-)
Sebagaimana yang telah lalu bahwa kelompok ini didirikan oleh seorang yahudi maka kebanyakan dari ‘aqidah mereka persis dengan keyakinan yahudi , bahkan lebih parah , diantara perkara tersebut adalah:
1) Orang-orang Yahudi memusuhi malaikat Jibril sebagaimana yang diakui oleh ‘Abdulloh bin Salam -rodhiyallohu ‘anhu-yang dahulu Yahudi kemudian masuk islam. sebagaimana dalam Shohih Al-Bukhory dari Anas bin Malik -rodhiyallohu ‘anhu- no 3329 terbitan darul-fikr.
Demikian juga “Rofidhoh “ memusuhi malaikat Jibril dan menyatakan bahwa Jibril berkhiyanat dalam wahyu , wahyu tersebut adalah untuk ‘Ali- bukan untuk Muhammad –‘alaihishsholatuwassalam-
مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِلَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَرُسُلِهِ وَجِبْرِيلَ وَمِيكَالَ فَإِنَّ اللَّهَ عَدُوٌّ لِلْكَافِرِين
Barang siapa yang menjadi musuh Alloh , malaikat-malaikatnya , Rosul-rosulnya , Jibril dan Mikail makasesungguhnya Alloh adalah musuh orang orang kafir (Al-Baqoroh 98)
2)  Orang-orang Yahudi berlebihan terhadap para pendeta dan ahli ibadah mereka sehingga sampai pada peribadatan dan mempertuhankan mereka
وَقَالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللَّهِ وَقَالَتِ النَّصَارَى الْمَسِيحُ ابْنُ اللَّهِ ذَلِكَ قَوْلُهُمْ بِأَفْوَاهِهِمْ يُضَاهِئُونَ قَوْلَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَبْلُ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ (30) اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا إِلَهًا وَاحِدًا لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ
Orang-orang Yahudi berkata : ‘Uzair itu adalah putra Alloh, berkata orang-orang Nasroni : ‘Isa adalah putra Alloh , demikiaanlah ucapan mereka dengan mulut-mulut mereka , mereka meniru ucapan orang-orang kafir yang terdahulu , semoga Alloh membinasakan mereka mereka menjadikan orang-orang alim  , dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Alloh dan Juga (mempertuhankan) Al-Masih Ibnu Maryam padahal mereka tidaklah diperintah kecuali hanya menyembah Dzat Yang Maha Esa , tiada sesembahan (yang berhaq untuk di sembah) selain Dia(Alloh) Maha suci Alloh dari apa yang mereka persekutukan(At-Taubah 29-30)
Demikian juga ‘Rofidhoh’ mempertuhankan ‘Ali bin Abi Tholib } sehingga ‘Ali membakar mereka,
sebagian lagi mempertuhankan imam-imam mereka( lihat Lum’ah ‘anilfiroqidhollah hal. 39 terbitan darussalaf,syarh Lum’atul-I’tiqod hal 161 terbitan Adhwa yssalaf)
3) Orang-orang Yahudi meninggikan kuburan dan melakukan peribadatan disisinya, Nabi bersabda :
لعن الله اليهود والنصارى اتخذوا قبور أنبيائهم مساجد
Alloh melaknati Yahudi dan Nasrani mereka menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai tempat sujud( ibadah) ( HR Al-Bukhory dan Muslim dari ‘Aisyah )
Demikian juga ‘Rofidhoh’ ( lihat Lum’ah ‘anilfiroqidhollah hal. 39 , persaksian Al-Akh Ahmad Al-Mathry di Iran bagian akhir kitab ilhadul-khumainy)
Berkata Al-‘allamah Al-Muhaddits Muqbil bin Hady Al-Waadi’iy-rohimahulloh- :
‘Rofidhoh’ juga membangun kubah-kubah diatas kuburan dan menyeru mayat dari selain Alloh (Sho’qotul Zilzal 2/286)
Perkara ini yang disaksikan oleh Asy-Syaikh Muqbil bin Hady -rohimahulloh- , mereka melakukannya di kuburan Al-Hady di Sho’dah Yaman.
Berkata Ibnu Qoyyim -rohimahulloh- dalam Ighostatul-lahfan 1/198 (Lihat Maktabah Syamilah):
( demikianlah ketika Rofidhoh adalah manusia yang paling jauh dari ilmu dan agama, merekapun memakmurkan kuburan-kuburan dan merusak masjid-masjid.)
Dan inilah yang mereka lakukan sekarang ini di Dammaj dan juga Sho’dah , wallohulmusta’an
4) Orang-orang Yahudi merubah(tahrif) kitab Taurat dengan menambah dan juga menguranginya :
Alloh Ta’ala berfirman:

مِنَ الَّذِينَ هَادُوا يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ عَنْ مَوَاضِعِهِ
Diantara orang-orang Yahudi ada yang merubah kalam(Alloh) dari tempat-tempatnya(An-Nisa 46)
Dan juga berfirman:
أَفَتَطْمَعُونَ أَنْ يُؤْمِنُوا لَكُمْ وَقَدْ كَانَ فَرِيقٌ مِنْهُمْ يَسْمَعُونَ كَلَامَ اللَّهِ ثُمَّ يُحَرِّفُونَهُ مِنْ بَعْدِ مَا عَقَلُوهُ وَهُمْ يَعْلَمُونَ
Apakah kamu masih mengharapkan mereka beriman padamu padahal segolongan dari mereka mendengarkan firman Alloh , lalu mereka merubahnya setelah mereka memahaminya sedang mereka mengetahui ?(Al-Baqoroh 75)
Demikian juga ‘Rofidhoh’melakukan  tahrif dalam Al-Qur-an dan yang mereka lakukan sangatlah banyak , diantaranya adalah:
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تَذْبَحُوا بَقَرَةً
Ketika Musa berkata kepada kaumnya sesungguhnya Alloh memerintahkan kalian untuk menyembelih sapi betina (Al-Baqoroh 67)
Mereka mengatakan yaitu ‘Aisyah
مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ يَلْتَقِيَانِ
Dia (Alloh ) membiarkan dua lautan mengalir kemudian keduanya bertemu (Ar-Rahmaan 19)
Mereka mengatakan ‘Ali dan Fatimah (lihat muqoddimatut-tafsiir karya Syaikhul-islam)
5) Orang-orang Yahudi berdusta atas nama Alloh baik dengan tulisan dan menyatakan tulisan tersebut dari Alloh atau yang semisalnya, sebagaimana dalam firmannya:
فَوَيْلٌ لِلَّذِينَ يَكْتُبُونَ الْكِتَابَ بِأَيْدِيهِمْ ثُمَّ يَقُولُونَ هَذَا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ لِيَشْتَرُوا بِهِ ثَمَنًا قَلِيلًا
Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang menulis Al-Kitab dengan tangan mereka kemudian mengatakan ini adalah dari Alloh untuk mendapatkan sedikit keuntungan …(Al-Baqoroh 79)
وَإِنَّ مِنْهُمْ لَفَرِيقًا يَلْوُونَ أَلْسِنَتَهُمْ بِالْكِتَابِ لِتَحْسَبُوهُ مِنَ الْكِتَابِ وَمَا هُوَ مِنَ الْكِتَابِ وَيَقُولُونَ هُوَ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ وَمَا هُوَ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ وَيَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ وَهُمْ يَعْلَمُونَ
Sesungguhnya diantara mereka ada yang memutar-mutar lidahnya membaca Al-Kitab , supaya kamu menyangka yang dibaca itu sebagian dari Al-Kitab , padahal itu bukan dari Al-Kitab dan mereka mengatakan : itu adalah dari sisi Alloh, padahal bukan dari Alloh dan mereka berkata dusta terhadap Alloh sedang mereka mengetahui (Ali’Imron 78)
Demikian juga ‘Rofidhoh’  meyakini bahwa Al-Qur-an kaum muslimin kurang dan mereka memiliki ayat-ayat yang tidak terdapat dalam mushaf kita dan ini bentuk kedustaan mereka terhadap Alloh.
Alloh Azza wa Jalla berfirman :
إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ
Sesunggunhnya kami yang menurunkan Al-Qur-an dan sesungguhnya kami benar – benar memeliharanya (Al-Hijr 9)
Dan kedustaan ini menjadikan mereka sebagai manusia yang paling  zalim (lihat Ilhadul-khumainy)
وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَى عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ وَهُوَ يُدْعَى إِلَى الْإِسْلَامِ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
Dan siapakah yang paling zalim dari pada orang yang membuat kedustaan terhadap Alloh  sedangkan dia diajak kepada agama islam ? dan Alloh tidak memberikan petunjuk kepada orang- orang yang zalim(Ash-Shoff 7)
dan mereka juga berdusta dan mengatakan ini adalah hadist Nabi –shollallohu ‘alaihi wa sallam- yaitu wahyu dari Alloh dengan mendatangkan hadist-hadist yang maudhu’ (dusta).
Berkata Al-Imam Ibnu Qoyyim -rohimahulloh- dalam Al-Manaf Al-Munir 1/116 (Lihat Maktabah Syamilah) :
وأما ما وضعه الرافضة في فضائل علي فأكثر من أن يعد قال الحافظ أبو يعلى الخليلي في كتاب الإرشاد وضعت الرافضة في فضائل علي رضي الله عنه وأهل البيت نحو ثلاث مئة ألف حديث
Adapun hadist-hadist maudhu’ Rofidhoh tentang keutamaan ‘Ali -rodhiyallohu ‘anhu-maka sangat banyak untuk dihitung, berkata Al-Hafizh Abu Ya’la Al-kholily -rohimahulloh- dalam kitab Al-Irsyad : Rofidhoh mendatangkan hadist maudhu’ (dusta) tentang keutamaan ‘Ali -rodhiyallohu ‘anhu-dan juga Ahlul-Bait sekitar tiga ratus ribu hadist.
Kemudian berkata :                             
 ولا تستبعد هذا فإنك لو تتبعت ما عندهم من ذلك لوجدت الأمر كما قال
Dan  perkataan ini tidaklah jauh , karena engkau apabila meneliti apa yang ada pada mereka dalam perkara ini maka engkau akan mendapati nya seperti yang beliau katakan .
Dalam hadist yang mutawatir Nabi –shollallohu ‘alaihi wa sallam- bersabda :
إن كذبا علي ليس ككذب على أحد من كذب علي متعمدا فليتبوأ مقعده من النار
Sesungguhnya kedustaan tentangku tidaklah seperti kedustaan terhadap orang lain , barang siapa yang sengaja berdusta tentangku maka hendaknya ia mempersiapkan tempatnya dari neraka
Berkata Syikhul-Islam -rohimahulloh- dalam Minhajus-sunnah 1/26 :
وقد اتفق أهل العلم بالنقل والرواية والإسناد على أن الرافضة أكذب الطوائف والكذب فيهم قديم ولهذا كان أئمة الإسلام يعلمون امتيازهم بكثرة الكذب
Dan sungguh Ahli Ilmu penukilan, riwayat dan sanad telah bersepakat bahwa sesungguhnya rofidhoh adalah kelompok yang paling pendusta , dan kedustaan pada mereka adalah perkara yang sudah lama , oleh karena itu Aimmatul-Islam mengenali mereka dengan banyaknya kedustaan.
Alloh berfirman :
إِنَّمَا يَفْتَرِي الْكَذِبَ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِآَيَاتِ اللَّهِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْكَاذِبُونَ
sesungguhnya yang berbuat dusta adalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Alloh dan mereka itulah para pendusta (An-Nahl 105)
6) Orang-orang Yahudi memusuhi para pembawa kebenaran dan para da’I dari kalangan orang-orang sholih dan juga membunuhnya
Alloh ta’ala berfirman :
لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِلَّذِينَ آَمَنُوا الْيَهُودَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا
Sungguh kamu akan mendapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik (Al-Maidah 82)
Juga berfirman :
لَقَدْ أَخَذْنَا مِيثَاقَ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَأَرْسَلْنَا إِلَيْهِمْ رُسُلًا كُلَّمَا جَاءَهُمْ رَسُولٌ بِمَا لَا تَهْوَى أَنْفُسُهُمْ فَرِيقًا كَذَّبُوا وَفَرِيقًا يَقْتُلُونَ
Sesungguhnya kami telah mengambil perjanjian dari bani Isroil dan mengutus kepada mereka para rosul , tetapi setiap datang kepada mereka seorang rosul dengan sesuatu yang tidak sesuai dengan hawa nafsu mereka ,(maka)sebagian dari rosul-rosul itu mereka dustakan dan sebagian yang lain mereka bunuh (Al-Maidah 70)
Demikianlah yang dilakukan mereka saat ini di dammaj hendak membasmi para da’I ,penuntut ilmu(pelajar) orang-orang sholeh dan para masyaikh, sebelumnya mereka hampir-hampir membunuh pendiri pondok pesantren(Ma’had) tersebut Asy-syaikh Muqbil -rohimahulloh- -dengan izin Alloh mereka selalu saja gagal- , mereka dari zaman ke zaman berusaha untuk membasmi para da’i-da’I dengan sekuat kemampuan mereka ,
إِنَّ الَّذِينَ يَكْفُرُونَ بِآَيَاتِ اللَّهِ وَيَقْتُلُونَ النَّبِيِّينَ بِغَيْرِ حَقٍّ وَيَقْتُلُونَ الَّذِينَ يَأْمُرُونَ بِالْقِسْطِ مِنَ النَّاسِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ
Sesungguhnya orang-orang yang kufur terhadap ayat-ayat Alloh dan membunuh para Nabi yang tidak dibenarkan dan membunuh orang-orang yang menyuruh manusia untuk berbuat adil , maka gembirakanlah mereka dengan siksa yang pedih (Ali ‘Imron 21)
7) Orang-orang yahudi menolong dan membantu orang –orang kafir untuk memusnahkan dan menghabisi orang –orang yang beriman , sebagaimana yang Alloh sebutkan dalam perang Khondak atau yang disebut dengan perang Ahzaab ,
Demikian pula yang dilakukan rofidhoh  mereka siap untuk menjadi batu loncatan dalam menghabisi orang-orang yang beriman .
Berkata Asy-syaikh Muqbil -rohimahulloh- dalam ‘Sho’qotul Zilzal hal 487 :
Dan rofidhoh menolong orang-orang kafir menghadapi kaum muslimin, sungguh mereka telah menolong Hizbul-Isytiroky (komunis) di negri Yaman.
Berkata Ibnu Qoyyim -rohimahulloh- dalam ‘Madarijus-salikin :
ورأينا الرافضة بالعكس في كل زمان ومكان فإنه قط ما قام للمسلمين عدو من غيرهم إلا كانوا أعوانهم على الإسلام وكم جروا على الإسلام وأهله من بلية وهل عاثت سيوف المشركين عباد الأصنام من عسكر هولاكو وذويه من التتار إلا من تحت رءوسهم وهل عطلت المساجد وحرقت المصاحف وقتل سروات المسلمين وعلماؤهم وعبادهم وخليفتهم إلا بسببهم ومن جرائهم ومظاهرتهم للمشركين والنصارى معلومة عند الخاصة والعامة
Dan kami melihat rofidhoh sebaliknya, pada setiap waktu dan tempat , tidaklah musuh dari selain islam melawan kaum muslimin kecuali mereka adalah para penolong mereka dalam perlawan terhadap islam, dan betapa banyak petaka yang mereka datangkan untuk islam dan pemeluknya , dan tidaklah bertebaran pedang-pedang orang-orang musyrik para penyembah berhala dari pasukan Hulaku dan yang semisalnya dari kalangan Tatar melainkan melalui mereka, dan tidaklah masjid-masjid rusak , mushaf-mushaf terbakar, serta terbunuhnya prajurit-prajurit kaum muslimin , ulama’ , ahli ibadah dan pemimpin mereka kecuali disebabkan mereka, kerjasama serta menolong orang-orang musyrik dan Nasrani adalah sebuah perkara yang telah diketahui oleh orang-orang tertentu dan umum,
8) Orang-orang Yahudi menuduh Maryam berzina , demikian pula rofidhoh menuduh ‘Aisyah istri Nabi –shollallohu ‘alaihi wa sallam-
Sedangkan Maryam suci dari tuduhan tersebut ,sebagaimana dalam firmanya:
وَمَرْيَمَ ابْنَتَ عِمْرَانَ الَّتِي أَحْصَنَتْ فَرْجَهَا
Dan Maryam putri ‘Imron yang memelihara kehormatannya (At-Tahriim 12)
يَا أُخْتَ هَارُونَ مَا كَانَ أَبُوكِ امْرَأَ سَوْءٍ وَمَا كَانَتْ أُمُّكِ بَغِيًّا (28) فَأَشَارَتْ إِلَيْهِ قَالُوا كَيْفَ نُكَلِّمُ مَنْ كَانَ فِي الْمَهْدِ صَبِيًّا (29) قَالَ إِنِّي عَبْدُ اللَّهِ آَتَانِيَ الْكِتَابَ وَجَعَلَنِي نَبِيًّا (30) وَجَعَلَنِي مُبَارَكًا أَيْنَ مَا كُنْتُ وَأَوْصَانِي بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ مَا دُمْتُ حَيًّا (31) وَبَرًّا بِوَالِدَتِي وَلَمْ يَجْعَلْنِي جَبَّارًا شَقِيًّا (32) وَالسَّلَامُ عَلَيَّ يَوْمَ وُلِدْتُ وَيَوْمَ أَمُوتُ وَيَوْمَ أُبْعَثُ حَيًّا (33)
(mereka berkata)” wahai saudari Harun ayahmu bukanlah orang yang jahat dan ibumu bukanlah seorang pezina”, maka Maryam menunjuk kepada anaknya, mereka berkata : ”bagaimana mungkin kami berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan” Berkata ‘Isa :” sesungguhnya aku ini adalah hamba Alloh, ia memberikan padaku Al-Kitab dan menjadikanku sebagai seorang nabi , dan dia menjadikanku sebagai seorang yang diberkahi dimana pun aku berada dan dia memberikanku wasiat untuk sholat , zakat selama aku hidup ,  berbakti kepada ibuku , dan tidaklah aku dijadikan sebagai orang yang sombong lagi celaka , dan kesejahteraan dilimpahkan padaku  , pada saat aku lahir , pada hari aku meninggal, dan pada hari aku dibangkitkan”.
ذَلِكَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ قَوْلَ الْحَقِّ الَّذِي فِيهِ يَمْتَرُونَ (34) مَا كَانَ لِلَّهِ أَنْ يَتَّخِذَ مِنْ وَلَدٍ سُبْحَانَهُ إِذَا قَضَى أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ
Itulah ‘Isa putra Maryam, mengatakan ucapan yang benar , yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya. Tidak layak bagi Alloh untuk  mempunyai anak , Maha suci Dia , Apabila telah menetapkan sesuatu maka Dia hanya berkata ‘jadilah’ maka jadilah dia ( Maryam 28-35)
demikian pula rofidhoh menuduh ‘Aisyah istri Nabi dengan perzinahan yang mana ‘Aisyah suci darinya , sebagaimana dalam surat  An-Nur setelah Alloh menyebutkan tentang tuduhan orang-orang munafik  :
أُولَئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ
Mereka(yang dituduh) bersih dari apa yang dituduhkan (kepada mereka) bagi mereka (yang dituduh)   ampunan dan rezki yang mulia (An-Nur 26)
Berkata Asy-syaikh Muqbil-rohimahulloh-  dalam Ilhadul-Khumaini :
وهذا يعتبر كفرًا لأنه تكذيب للقرآن، وأيضًا نقيصة للنبي -صلى الله عليه وعلى آله وسلم-، وقد نزهه الله عنها
Dan ini (tuduhan tersebut) termasuk bentuk kekufuran karena mendustakan Al-Qur-an dan juga menghinakan Nabi –shollallohu ‘alaihi wa sallam-, sedangkan Alloh telah menbersihkan ‘Aisyah dari tuduhan tersebut.
Asy-syaikh Al-‘Utsaimin-rohimahulloh-  berkata dalam syarah Lum’atul-‘itiqod hal 155 :
menuduh ‘Aisyah dengan perkara yang Alloh mensucikannya darinya adalah kufur karena mendustakan Al-Qur-an  dan dalam menuduh ummuhatul mukminin( istri Nabi yang lain) terdapat dua pendapat dan yang paling benar adalah kufur , karena ini adalah celaan terhadap Nabi, karena sesungguhnya wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji.
9)Orang-orang yahudi menyatakan bahwa tidak akan masuk surga kecuali orang-orang yang beragama yahudi demikian juga nasrani :
وَقَالُوا لَنْ يَدْخُلَ الْجَنَّةَ إِلَّا مَنْ كَانَ هُودًا أَوْ نَصَارَى تِلْكَ أَمَانِيُّهُمْ قُلْ هَاتُوا بُرْهَانَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ
Dan mereka berkata : sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-rang yang beragama hahudi atau nasrani , demikian itu angan-angan mereka , katakanlah : tunjukkanlah bukti kebenaran tersebut apabila kalian adalah orang-rang yang benar (Al-Baqoroh 111)
Demikian juga rofidhoh mereka menyatakan bahwa tidak akan masuk surga kecuai imam-imam mereka dan kelompok mereka. Oleh karena itu mereka mengkafirkan seluruh kelompok-kelompok islam, dan bahkan mengkafirkan Abu Bakar , ‘Umar dan para sahabat -kecuali sedikit –rodhiyallohu ‘anhum- , serta melaknati mereka (lihat luam’atu ‘anil firoqidh-dhoollah karya Asy-syaikh Solih Al-Fauzan 38 , ilhadul-khumainy)
Alloh berfirman :
وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
Orang-orang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk islam) dari kalangan muhajirin dan anshor dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik , Alloh meridhoi mereka dan mereka ridho kepada Alloh dan Alloh menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai,  mereka kekal didalamnya selama-lamanya . Itulah kemenangan yang besar (At-Taubah 100)
Ayat ini bukti yang nyata bahwa para sahabat nabi , dan yang mengikuti mereka dengan baik adalah penghuni surga , diridhoi oleh Alloh , sedangkan orang-rang rofidhoh menyatakan sebaliknya!!?
Berkata Asy-syaikh Al-‘Ustaimin-rohimahulloh- dalam Syarah ‘lum’atul-I’tiqod’ hal 152 :
Hukum mencela para sahabat terbagi menjadi tiga :
-          ) Mencela para sahabat  dengan celaan yang  menunjukkan kufurnya kebanyakan mereka , atau kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik, maka ini hukumnya kufur , karena ini termasuk mendustakan Alloh dan rosulnya yaitu dengan (mendustakan)pujian kepada mereka dan keridhoan bagi mereka.
-          ) mencela para sahabat dengan mengutuk dan menjelekkan mereka , maka dalam perkara ini ada dua pendapat , dan apabila berpatokandengan pendapat yang tidak menkafirkan hal ini ,(mereka) mengharuskan agar (para pelakunya) dicambuk dan ditahan sampai ia meninggal atau ia ruju’(taubat) dari ucapannya.
-          )  Mencela mereka dengan perkara yang tidak berkaitan dengan agama mereka seperti , penakut , bakhil(pelit) maka hal ini tidaklah termasuk kekufuran. Akan tetapi, diberikan hukuman yang bisa mencegahnya dari perkara tersebut.
Syikhul-islam Ibnu Taimyyiah menyebutkan semakna dengan ini dalam kitab ‘ ash-shorim al-masluul’
Berkata Ibnu Qoyyim -rohimahulloh- dalam Syifa ul-‘aliil 1/158 (Lihat maktabah Syamilah) :
وهؤلاء الرافضة يزعمون أن أبا بكر وعمر لم يؤمنا بالله ورسوله طرفة عين ولم يزالا عدوين لرسول الله صلى الله عليه و سلم مترصدين لقتله
Dan orang-orang  rofidhoh berkata bahwa sesungguhnya Abu Bakar dan ‘Umar -rodhiyallohu ‘anhuma- tidaklah beriman kepada Alloh dan Rosulnya sedikitpun dan mereka terus-menerus memusuhi  rosululloh-shollallohu ‘alaihi wa sallam- , menanti-nanti kesempatan untuk membunuhnya ….
10) orang-orang yahudi Menyakiti  Nabi Musa-‘alahissalam-:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ آَذَوْا مُوسَى فَبَرَّأَهُ اللَّهُ مِمَّا قَالُوا وَكَانَ عِنْدَ اللَّهِ وَجِيهًا
Wahai orang-orang yang beriman janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang menyakiti Musa , maka Alloh membersihkan tuduhan-tuduhan yang mereka katakan , dan adalah dia (Musa) memiliki kedudukan disisi Alloh (Al-Ahzab 69)
Yaitu menuduh nabi Musa bahwa ia berpenyakit pada kulitnya ,pada kemaluannya (besar bijinya)atau yang selainnya (lihat tafsir ibnu Kastir).Nabi bersabda : 
“رحمة الله على موسى، فقد أوذي بأكثر من هذا فصبر”.
Semoga Alloh merahmati Musa sungguh ia telah disakiti lebih banyak dari ini dan ia bersabar( HR. Al-Bukhory dan Muslim dari Ibnu Mas’ud -rodhiyallohu ‘anhu-)
Demikian juga rofidhoh tidaklah mereka menuduh ‘Aisyah kecuali untuk menyakiti Nabi -shollallohu ‘alaihi wa sallam-, mencela Abu Bakar ‘Umar dan sahabatnya untuk menyakiti beliau -shollallohu ‘alaihi wa sallam- . lihatlah bagaimana sakit yang dirasakan Nabi ketika mereka menuduh ‘Aisyah -rodhiyallohu ‘anha-  sampai-sampai beliau-shollallohu ‘alaihi wa sallam- bermusyawarah bersama para sahabatnya untuk menceraikannya (lihat sohih Al-Bukhry no 4750)
11) orang-orang yahudi membuat-buat hari ‘ied  yang tidak disyariatkan dalam agama mereka,
Berkata seorang yahudi kepada ‘Umar-rodhiyallohu ‘anhu-   :
يا أمير المؤمنين آية في كتابكم تقرؤونها لو علينا معشر اليهود نزلت – لاتخذنا ذلك اليوم عيدا . قال أي آية ؟ قال { اليوم أكملت لكم دينكم وأتممت عليكم نعمتي ورضيت لكم الإسلام دينا } . قال عمر قد عرفنا ذلك اليوم والمكان الذي نزلت فيه على النبي صلى الله عليه و سلم وهو قائم بعرفة يوم جمعة
Wahai amirul mukminin , suatu ayat dalam kitab kalian (Al-Qur-an) kalian membacanya , seandainya diturunkan kepada kami orang-orang yahudi, maka kami akan menjadikan hari turunnya sebagai hari raya (‘ied) ‘Umar-rodhiyallohu ‘anhu- berkata : sungguh kami mengetahui hari tersebut dan tempat turunnya  kepada Nabi –shollallohu ‘alaihi wa sallam- sedangkan ia berdiri di ‘Arofah hari Jumat. (HR. Al-Bukhory no.45 dan Muslim no 3017 cetakan darul fikr )
Demikianlah rofidhoh membuat-buat hari raya yang tidak disyariatkan . seperti hari  ‘iedul Ghodiir yang mereka laksanakan pada tanggal 18 dzulhijjah(lihat ghorotul-asyrithoh jil. 1 hal. 237-248 terdapat faidah yang berkaitan dengan ini) ,
Dimana mereka pada hari tersebut menampakkan kepada ummat kebodohan mereka. Mereka mempermisalkan kambing betina sebagai ‘Aisyah-rodhiyallohu ‘anha- kemudian mencabut-cabut bulunya sebagai bentuk kebencian dan siksaan mereka terhadap ‘Aisyah-rodhiyallohu ‘anha.(lihat Minhajussunnah jil.1 hal. 13 karya Ibnu Taimiyyah)
Mereka menembaki batu atau gunung dengan penuh amarah dan menyangka itu adalah Mu’awiyah -rodhiyallohu ‘anhu- . padahal tidaklah sampai pada mereka sedikitpun rasa sakit akan tetapi merekalah yang merugi wallohulmusta’an
Nabi – Shollallohu ‘alaihi wa sallam- bersabda :
« مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ »
Barang siapa yang melakukan suatu amalan yang tidak sesuai dengan agama kami  maka (amalan tersebut) akan tertolak (HR.Muslim no 1718 dari ‘Aisyah -rodhiyallohu ‘anhu- )
Menjadikan suatu hari sebagai hari raya (‘Ied) adalah bid,ah yang termasuk dari ciri khas Yahudi
Nabi -shollallohu ‘alaihi wa sallam- bersabda :
وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ
Dan hati-hatilah kamu dari perkara perkara yang baru(yang tidak ada asalnya dalam agama) karena setiap perkara yang baru adalah bid’ah dan setiap kebid’ahan adalah kesesatan (HR Abu Dawud no. 4607 dan At-Tirmidzy no. 2676 dari ‘Irbadh bin Sariyah -rodhiyallohu ‘anhu- )
12) Menghalang-halangi dari kebaikan Alloh Azza wa Jalla berfirman :

قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لِمَ تَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ مَنْ آَمَنَ تَبْغُونَهَا عِوَجًا وَأَنْتُمْ شُهَدَاءُ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُون
Wahai Ahli kitab mengapa kamu menghalang-halangi orang-orang yang beriman dari jalan Alloh, kamu menghendakinya menjadi bengkok(menyimpang) padahal kamu menyaksikan? dan Alloh tidaklah lalai dari apa yang kamu kerjakan (Ali ‘Imron 99)
Demikianlah yang dilakukan rofidhoh , betapa banyak para penuntut ilmu yang mereka tangkap dan halangi untuk menuntut ilmu di sho’dah , beberapa tahun yang lalu para penuntut ilmu- baik dari Indonesia ataupun yang lain-mereka tangkap dalam perjalan menuju dammaj , menghalau kendaraan-kendaraan yang membawa buku-buku islam untuk  dipelajari bahkan mereka bakar,  pada kejahatan kali ini mereka lagi-lagi menghalangi para jamaah haji untuk menjawab panggilan Alloh , wallohulmusta’an
Alloh Azza wa Jalla berfirman :
الَّذِينَ كَفَرُوا وَصَدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ أَضَلَّ أَعْمَالَهُمْ
Orang-orang kafir dan menghalang-halangi manusia dari jalan Alloh, Alloh menggugurkan amalan-amalan mereka (Muhammad 1)
13) Membiarkan  nabi mereka dan tidak menolongnya sebagaimana dalam firmannya:
وَإِذْ قَالَ مُوسَى لِقَوْمِهِ يَا قَوْمِ اذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ جَعَلَ فِيكُمْ أَنْبِيَاءَ وَجَعَلَكُمْ مُلُوكًا وَآَتَاكُمْ مَا لَمْ يُؤْتِ أَحَدًا مِنَ الْعَالَمِينَ (20) يَا قَوْمِ ادْخُلُوا الْأَرْضَ الْمُقَدَّسَةَ الَّتِي كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ وَلَا تَرْتَدُّوا عَلَى أَدْبَارِكُمْ فَتَنْقَلِبُوا خَاسِرِينَ (21) قَالُوا يَا مُوسَى إِنَّ فِيهَا قَوْمًا جَبَّارِينَ وَإِنَّا لَنْ نَدْخُلَهَا حَتَّى يَخْرُجُوا مِنْهَا فَإِنْ يَخْرُجُوا مِنْهَا فَإِنَّا دَاخِلُونَ
Dan ketika Musa berkata kepada kaumnya, “wahai kaumku , ingatlah ni’mat Alloh atasmu ketika Dia mengangkat para nabi di antaramu , dan menjadikan kamu para penguasa , dan memberikan kepada kamu apa yang tidak diberikan kepada seorangpun dari alamsemesta. Wahai kaumku masuklah ke tanah suci (palestina) yang telah ditentukan Alloh bagimu dan janganlah kamu lari (mundur) kebelakang maka kamu akan menjadi orang-orang yang merugi”. Mereka berkata :” wahai Musa sesungguhnya dalam negri tersebut ada orang-orang yang perkasa ,dan sesungguhnya kami tidak akan memasukinya sebelum mereka keluar daripadanya, apabila mereka keluar maka kami akan memasukinya”.(Al-Maidah 20-22)
Mereka juga berkata :
يَا مُوسَى إِنَّا لَنْ نَدْخُلَهَا أَبَدًا مَا دَامُوا فِيهَا فَاذْهَبْ أَنْتَ وَرَبُّكَ فَقَاتِلَا إِنَّا هَاهُنَا قَاعِدُونَ
“Wahai Musa sungguh kami tidak akan memasukinya selama-lamnya selagi mereka berada didalamnya , maka pergilah engkau dan Robb-mu dan berperanglah, sesungguhnya kami hanya duduk disini saja” (Al-Maidah 24)
Demikian juga rofidhoh , melakukan hal tersebut pada ‘Ali bin Abi Tholib , Al-Husain , dan Zaid –rodhiyallohu ‘anhum- (lihat ilhadul-khumainy)
14) Menunda berbuka puasa:
Rosululloh bersabda :
« لاَ يَزَالُ الدِّينُ ظَاهِرًا مَا عَجَّلَ النَّاسُ الْفِطْرَ لأَنَّ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى يُؤَخِّرُونَ »
Agama akan terus menerus tampak selagi manusia menyegerakan berbuka , karena sesungguhnya yahudi dan nasharo mengakhirkannya (HR Abu Dawud no 2355  dari Abu Huroiroh-rodhiyallohu ‘anhu-dihasankan oleh Asy-syaikh Muqbil dalam Ash-Shohiihul-Musnad no.1416 dan Al-Albany )
Nabi juga bersabda :
لا يزال الناس بخير ما عجلوا الفطر
Manusia akan terus menerus dalam kebaikan selagi mereka menyegerakan berbuka puasa (HR. Al-Bukhory no.1957 dan Muslim no.1098 dari Sahl bin Sa’d -rodhiyallohu ‘anhu- )
Al-Hafidhz Ibnu Hajar berkata , berkata Ibnu Daqiiqil’ied :
في هذا الحديث رد على الشيعة في تأخيرهم الفطر إلى ظهور النجوم
Dalam hadist ini terdapat bantahan terhadap syi’ah dalam pengakhiran buka mereka sampai kepada nampaknya bintang …(Fathulbari 4/235 maktabatush-shofa) ,
15) orang-orang yahudi tidak memakan daging unta demikian juga rofidhoh , sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnul Qoyyim -rohimahulloh- dalam Zaadul-ma’aad :
لحم الجَمل: فَرْقُ ما بين الرافضة وأهل السُّنَّة، كما أنه أحد الفروق بين اليهود وأهل الإسلام. فاليهود والرافضة تَذُمُّه ولا تأكله، وقد عُلِمَ بالاضطرار من دين الإسلام حِلُّه، وطالَما أكله رسولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وأصحابُه حَضَراً وسَفَراً
Daging unta : perbedaan antara rofidhoh dan Ahlissunnah , sebagaimana hal ini adalah salah satu perbedaan antara orang-orang yahudi dan pemeluk agama islam. Yahudi dan rofidhoh mencela unta dan tidak memakannya , dan sungguh telah diketahui bersama dengan pasti  dari agama islam tentang halalnya , dan Rosululloh dan juga para sahabatya memakannya dalam keadaan mukim dan safar.
16) membiarkan kumis dan mencukur jenggot :
عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « خَالِفُوا الْمُشْرِكِينَ أَحْفُوا الشَّوَارِبَ وَأَوْفُوا اللِّحَى »
Dari Ibnu ‘Umar -rodhiyallohu ‘anhu- berkata Rosululloh-shollallohu ‘alaihi wa sallam- bersabda : selisihilah orang-orang musyrik cukurlah kumis dan biarkanlah jenggot (HR. Al-Bukhory no. 5892 dan Muslim no.259)
Sungguh kami telah melihat orang-orang rofidhoh dengan kumis yang panjang sampai menutupi bibir mereka ,dan mencukur jenggot-jenggot mereka.
Apa yang tertera diatas adalah sebagian dari kemiripan agama mereka dengan agama yahudi yang banyak jumlahnya, bersamaan dengan itu mereka juga mengumpulkan banyak kesalahan yang tidak sesuai dengan ajaran Alloh Ta’ala agama islam , seperti :
-          Mengutamakan ‘Ali dalam Khilafah dari pada ‘Ustman , ‘Umar dan Abu Bakar , dan mereka menyatakan bahwa mereka menzalimi ‘Ali dan merenggut khilafah darinya (lihat lum’ah ‘anil-firoqidh dhollah hal. 38) padahal kepemimpinan mereka disepakati oleh para sahabat dan juga membaiat mereka, dan diantara yang membaiat mereka adalah ‘Ali bin Abi Tholib –rodhiyallohu ‘anhum-
Dan Nabi –shollallohu ‘alaihi wa sallam- bersabda : 
إن أمتي لا تجتمع على ضلالة
Ummatku tidak akan bersepakat diatas kesesatan(HR.Ibnu Majah no.3950 dari Anas bin Malik –rodhiyallohu ‘anhu-)
Syaikhul Islam rohimahulloh-berkata : barang siapa yang membantah tentang kepemimpinan salah satu dari mereka maka ia lebih sesat dibandingkan keledai.( Al-‘Aqidatul-wasithyyah)
-          Menghalalkan nikah Mut’ah sedangkan Nabi- shollallohu ‘alaihi wa sallam-mengharamkannya , sebagaimana dalam Shohih Al-Bukhory dan Muslim ‘Ali bin Abi Tholib berkata :
أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- نَهَى عَنْ نِكَاحِ الْمُتْعَةِ يَوْمَ خَيْبَرَ وَعَنْ لُحُومِ الْحُمُرِ الأَهْلِيَّةِ
Sesungguhnya Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam- melarang dari pernikahan mut’ah pada hari Khoibar dan (memakan)daging keledai. (HR.Al-Bukhory dan Muslim)
Dan dalam hadist Sabroh Al-Juhany  Nabishollallohu ‘alaihi wa sallam- katakan : sampai hari kiamat(HR. Muslim)
-          Menyatakan bahwa yang  berhak memegang kepemimpinan (khilafah) hanyalah dari keturunan ‘Ali bin Abi Tholib sebagaimana yang disebutkan oleh Al-Hafidhz Ibnu Hajar dalam Fathul-Bary 13/147
Dan Nabi –shollallohu ‘alaihi wa sallam- bersabda:
 الأئمة من قريش
Para pemimpin itu dari suku Quraisy (HR.An-Nasa-I dari Anas bin Malik)
Hadist ini jelas bahwa kepemimpinan tiadaklah mesti dari keturunan ‘Ali -rodhiyallohu ‘anhu- Abu Bakar, ‘Umar ‘ ‘Ustman, Mu’awiyah -rodhiyallohu ‘anhum- dan selainnya dari para pemimpin dan kholifah bukan dari mereka , dan atas inilah pengamalan kaum muslimin dari zaman ke zaman.
-           Menyakini bolehnya memberontak dan tidak taat kepada penguasa setempat . Hal ini kami saksikan dalam beberapa tahun terakhir mereka keluar dan melawan penguasa , dan ini sebaik-baik bukti ,
Nabi –shollallhu ‘alaihi wa sallam- bersabda :
« مَنْ كَرِهَ مِنْ أَمِيرِهِ شَيْئًا فَلْيَصْبِرْ عَلَيْهِ فَإِنَّهُ لَيْسَ أَحَدٌ مِنَ النَّاسِ خَرَجَ مِنَ السُّلْطَانِ شِبْرًا فَمَاتَ عَلَيْهِ إِلاَّ مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً »
Barang siapa yang membenci sesuatu dari pemimpinnya maka hendaknya ia bersabar , karena sesungguhnya barang siapa yang keluar sejengkal dari ketaatan kepada penguasa (berontak) kemudian ia meninggal dalam keadaan tersebut , maka ia mati dengan kematian jahiliyyah (HR. Al-Bukhory dan Muslim dari Ibnu ‘Abbas –rodhiyallohu ‘anhu-)
Maka mereka termasuk khowarij* sebagaiman yang dikatakan oleh  Asy-syaikh Muqbil dalam Sho’qotul-zilzaal 2/486
-          Menyakini adanya rainkarnasi (hidup kembali) lihat ilhadul-khumainy dan persaksian Al-Akh Ahmad bin ‘Abdulloh bin ‘Ali Al-Mathory di negara Iran  basis terbesar rofidhoh dunia (insya Alloh masih dalam proses terjemah)
Untuk lebih mengenal rofidhoh maka para pembaca bisa merujuk kepada buku-buku yang khusus membahas mereka , seperti kitab Minhajussunnah karya Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyyah -rohimahulloh-  -kitab ini adalah salah satu kitab rujukan yang paling tepat untuk mengenali syi’ah rofidhoh- demikian juga buku-buku Asy-syaikh Muqbil -rohimahulloh- seperti Sho’qotul-zilzal , Ilhadul-Khumainy  fii ardhil-harom , dan Irsyad zawi-fithon li ib’aad ghulatir-rofidhoh minal-yaman ,dan buku-buku beliau yang lain yang dimana beliau telah  menyaksikan keyakinan rofidhoh dan  para pemeluknya dan merasakan pahitnya tinggal dan berdakwah ditengah-tengah mereka.
Maka sudahkah Anda Melaknati ‘rofidhoh’ ?!!!
Catatan:
Untuk sedikit pengenalan tentang khowarij , lihat lum’ah ‘anil-firoqidh-dhollah karya Asy-syaikh Al-Fauzan –hafidhzohulloh-