Blogger templates

SOLUSI SYAR’IYYAH DARI BERBAGAI FITNAH

TAZKIYATUN NUFUS

SOLUSI SYAR’IYYAH  DARI BERBAGAI FITNAH[1]
Asy Syaikh Mujahid al Muhaddits Yahya bin Ali Al Hajuriy-hafizhahullah-



الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا، ومن سيئات أعمالنا، من يهديه الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله صلى الله عليه وعلى آله وسلم تسليماً كثيراً، أما بعد:
﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ﴾[آل عمران:102].
﴿يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً﴾[النساء:1].
﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً عَظِيماً﴾[الأحزاب: 70-71].

            Wahai Sekalian manusia , Allah subhanahu wa ta’ala berfirman di dalam kitabnya yang mulia :
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱسْتَجِيبُوا۟ لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ ۖ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ يَحُولُ بَيْنَ ٱلْمَرْءِ وَقَلْبِهِۦ وَأَنَّهُۥٓ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ
“Wahai orang – orang yang beriman ! penuhilah seruan Allah dan Rasul apabila dia menyerumu kepada yang memberimu kehidupan kepadamu, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepadaNyalah kamu akan dikumpulkan (Q.S Al Anfal : 27).
Dalam ayat ini terdapat beberapa kunci – kunci kesuksesan dari Allah untuk hamabaNya dan hak yang sangat agung dari Allah subhanahu wata’ala atas hambaNya . Agar mereka memenuhi panggilan Allah . Sungguh memenuhi panggilan Allah dan Rasulnya merupakan jalan keselamatan, dan fitnah apabila masuk ke dalam hati akan membuat hati rusak , dan membuat hati terfitnah , tidak bisa mengetahui yang baik itu baik dan tidak pula mengetahui yang munkar itu munkar.
Diantara solusi dari berbagai fitnah adalah :
  1.  Tidak mencari – cari fitnah
Dalam riwayat Shahihain dari hadits Abu Hurairah -semoga Allah meridhoinya- Rasululloh bersabda :
Akan terjadi fitnah yang ketika itu orang yang duduk lebih baik dari orang yang berdiri, dan orang yang berdiri lebih baik dari orang yang berjalan , dan orang yang berjalan lebih baik dari orang yang berlari. Barangsiapa yang ingin melihat fitnah maka fitnah itu akan mengintainya, dan barangsiapa yang menemukan tempat pertahanan atau tempat perlindungan maka hendaknya dia berlindung dari fitnah.
Ini adalah petunjuk nabi sesungguhnya siapa yang mencari – cari fitnah dia akan binasa , dan siapa yang menghindar dari fitnah Allah akan menyelamatkan darinya. Demi Allah ! mati itu lebih baik daripada seorang yang di fitnah agamanya, Allah berfirman :
وَإِن كَادُوا۟ لَيَفْتِنُونَكَ عَنِ ٱلَّذِىٓ أَوْحَيْنَآ إِلَيْكَ لِتَفْتَرِىَ عَلَيْنَا غَيْرَهُۥ ۖ وَإِذًۭا لَّٱتَّخَذُوكَ خَلِيلًۭا
Dan mereka hampir memalingkan engkau Muhammad dari apa yang kami wahyukan kepadamu agar engkau mengada- ngadakan yang lain terhadap kami.  Dan jika demikian tentu mereka menjadikan engkau sahabat yang setia (Q.S Al Isra’ : 73).
  1. Qanaah terhadap dunia
Imam Tirmidzi telah meriwayatkan dari haditsnya Ka’ab bin malik Al anshariy beliau berkata , bahwasanya Rasululloh shallallohu’alaihi wasallam bersabda :
 Dua serigala lapar yang di lepas menyerang sekawanan kambing pengrusakannya tidak melebihi ambisi seseorang untuk memperoleh kemuliaan dan harta (H.R TIRMIDZI : 2.298).
Berapa banyak manusia yang celaka binasa dari dua pintu iniyaitu dari pintu kesemangatan atas kedudukan dan harta.
Wahai manusia , sesungguhnya mengikuti fitnah, maka mereka termasuk orang – orang yang hatinya berpenyakit dan terdapat keragu – raguan . Dalam Shohihain dari hadits Aisyah – semoga Allah meridhainya – berkata, Rasululloh membaca ayat,
هُوَ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ عَلَيْكَ ٱلْكِتَٰبَ مِنْهُ ءَايَٰتٌۭ مُّحْكَمَٰتٌ هُنَّ أُمُّ ٱلْكِتَٰبِ وَأُخَرُ مُتَشَٰبِهَٰتٌۭ ۖ فَأَمَّا ٱلَّذِينَ فِى قُلُوبِهِمْ زَيْغٌۭ فَيَتَّبِعُونَ مَا تَشَٰبَهَ مِنْهُ ٱبْتِغَآءَ ٱلْفِتْنَةِ وَٱبْتِغَآءَ تَأْوِيلِهِۦ ۗ وَمَا يَعْلَمُ تَأْوِيلَهُۥٓ إِلَّا ٱللَّهُ ۗ وَٱلرَّٰسِخُونَ فِى ٱلْعِلْمِ يَقُولُونَ ءَامَنَّا بِهِۦ كُلٌّۭ مِّنْ عِندِ رَبِّنَا ۗ وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّآ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَٰبِ
 (surat Al Imran  07), Aisyah berkata : Rasulullah Shalallahu’alaihi wa sallam bersabda : Jika engkau mengetahui orang – orang yang mengikuti ayat – ayat yang mutasyabihat , maka itulah orang – orang yang disebutkan Allah dalam Al qur’an.
 maka waspadalah kalian dari mereka maka, wajib waspada dakwahnya ahli bid’ah dan khurafat .
  1. [TAAT KEPADA PEMERINTAH, MENJAUHI BID’AH, BERPEGANG TEGUH DENGAN SUNNAH NABI DAN SUNNAH SHAHABAT][2]
Dan diantara solusi mulia dari fitnah adalah apa yang disebutkan berupa hadits ‘irbadh bin Sariyah dia berkata : “Suatu hari setelah sholat shubuh Rasulullah memberi nasihat yang indah yang membuat mata menangis dan hati bergetar maka berkata salah seorang sahabat “ Sesungguhnya nasihat ini seakan – akan nasihat perpisahan yaa Rasulullah, lantas apa yang akan engkau wasiatkan ?! Rasulullah bersabda : ‘’Aku wasiatkan kepada kalian agar bertakwa kepada Allah , mendengar dan taat kepada pemerintah meskipun yang memimpinmu adalah budak dari habasyi , maka siapa diantara kalian yang hidup sepeninggalku maka akan melihat perselisihan yang sangat banyak, hati – hatilah kalian dari perkara yang diada – adakan dalam agama , karena sesungguhnya dia adalah kesesatan , maka barangsiapa diantara kalian menjumpai hal itu mak wajib atas kalian berpegang teguh pada sunnahku dan  sunnah Kulafaur rasyidin Al mahdiyin , gigitlah dengan gigi geraham kalian .
4. Menjauhi taklid kepada orang – orang kafir , Allah subhanahu wata’ala berfirman :
مَّا يَوَدُّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِنْ أَهْلِ ٱلْكِتَٰبِ وَلَا ٱلْمُشْرِكِينَ أَن يُنَزَّلَ عَلَيْكُم مِّنْ خَيْرٍۢ مِّن رَّبِّكُمْ ۗ وَٱللَّهُ يَخْتَصُّ بِرَحْمَتِهِۦ مَن يَشَآءُ ۚ وَٱللَّهُ ذُو ٱلْفَضْلِ ٱلْعَظِيمِ
Orang-orang kafir dari Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tiada menginginkan diturunkannya sesuatu kebaikan kepadamu dari Tuhanmu. Dan Allah menentukan siapa yang dikehendaki-Nya (untuk diberi) rahmat-Nya (kenabian); dan Allah mempunyai karunia yang besar. (Q.S Al Baqoroh : 105).
5. Memaafkan dan bersifat lapang,  Allah berfirman :
وَدَّ كَثِيرٌۭ مِّنْ أَهْلِ ٱلْكِتَٰبِ لَوْ يَرُدُّونَكُم مِّنۢ بَعْدِ إِيمَٰنِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًۭا مِّنْ عِندِ أَنفُسِهِم مِّنۢ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ ٱلْحَقُّ ۖ فَٱعْفُوا۟ وَٱصْفَحُوا۟ حَتَّىٰ يَأْتِىَ ٱللَّهُ بِأَمْرِهِۦٓ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍۢ قَدِيرٌۭ
Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka maafkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Q.S Al Baqoroh : 104)
6. Berpegang teguh pada sunnah , misalnya berdoa.
Berapa banyak kesusahan yang Allah hilangkan dengan doa ? berapa banyak fitnah yang di jauhkan Allah dengan sebab doa , berapa banyak kesedihan yang Allah hilangkan dengan doa ! berapa banyak orang zalim yang Allah binasakan dengan doa ? berapa banyak beragam kesusahan seorang muslim yang Allah hilangkan dengan doa ?. Allah subhanahu wata’ala berfirman:
وَذَا ٱلنُّونِ إِذ ذَّهَبَ مُغَٰضِبًۭا فَظَنَّ أَن لَّن نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَىٰ فِى ٱلظُّلُمَٰتِ أَن لَّآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنتَ سُبْحَٰنَكَ إِنِّى كُنتُ مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَفَٱسْتَجَبْنَا لَهُۥ وَنَجَّيْنَٰهُ مِنَ ٱلْغَمِّ ۚ وَكَذَٰلِكَ نُۨجِى ٱلْمُؤْمِنِينَ.
Dan (ingatlah kisah) Zun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: "Bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim." Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya daripada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman. (Q,S Al Anbiya :  87-88).
7. Amar Ma’ruf Nahi Munkar juga merupakan solusi agung dari fitnah, Diriwayatkan dalam Shahih Bukhari dari hadits Nu’man bin basyir Rasulullah bersabda : “Perumpamaan orang yang menegakkan hokum Allah dan orang yang diam terhadapnya seperti sekelompok orang yang berlayar dengan sebuah kapal lalu sebagian dari mereka ada yang mendapat tempat diatas dan sebagian lagi di bagian bawah perahu. Lalu orang yang berada di bagian bawah perahu bila mereka mencari air untuk minum mereka harus melewati orang – orang yang berada di bagian tas seraya berkata : “Seandainya boleh kami lubangi saja perahu ini untuk mendapatkan bagian kami sehingga kami tidak mengganggu orang yang berada di atas kami”. Bila orang yang diatas membiarkan saja apa yang di inginkan orang – orang yang di bawah itu maka mereka akan binasa semuanya.  Namun bila mereka mencegah dengan tangan mereka maka mereka akan selamat semuanya.
Ada sebuah pelajaran bagi kita dalam kisah Ashabus sabt Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :
وَسْـَٔلْهُمْ عَنِ ٱلْقَرْيَةِ ٱلَّتِى كَانَتْ حَاضِرَةَ ٱلْبَحْرِ إِذْ يَعْدُونَ فِى ٱلسَّبْتِ إِذْ تَأْتِيهِمْ حِيتَانُهُمْ يَوْمَ سَبْتِهِمْ شُرَّعًۭا وَيَوْمَ لَا يَسْبِتُونَ ۙ لَا تَأْتِيهِمْ ۚ كَذَٰلِكَ نَبْلُوهُم بِمَا كَانُوا۟ يَفْسُقُونَ. وَإِذْ قَالَتْ أُمَّةٌۭ مِّنْهُمْ لِمَ تَعِظُونَ قَوْمًا ۙ ٱللَّهُ مُهْلِكُهُمْ أَوْ مُعَذِّبُهُمْ عَذَابًۭا شَدِيدًۭا ۖ قَالُوا۟ مَعْذِرَةً إِلَىٰ رَبِّكُمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ. فَلَمَّا نَسُوا۟ مَا ذُكِّرُوا۟ بِهِۦٓ أَنجَيْنَا ٱلَّذِينَ يَنْهَوْنَ عَنِ ٱلسُّوٓءِ وَأَخَذْنَا ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ بِعَذَابٍۭ بَـِٔيسٍۭ بِمَا كَانُوا۟ يَفْسُقُونَفَلَمَّا عَتَوْا۟ عَن مَّا نُهُوا۟ عَنْهُ قُلْنَا لَهُمْ كُونُوا۟ قِرَدَةً خَٰسِـِٔينَ.
Dan tanyakanlah kepada Bani Israel tentang negeri yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabtu, di waktu datang kepada mereka ikan-ikan (yang berada di sekitar) mereka terapung-apung di permukaan air, dan di hari-hari yang bukan Sabtu, ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami mencoba mereka disebabkan mereka berlaku fasik. Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata: "Mengapa kamu menasihati kaum yang Allah akan membinasakan mereka atau mengazab mereka dengan azab yang amat keras?" Mereka menjawab: "Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu, dan supaya mereka bertakwa". Maka tatkala mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang dari perbuatan jahat dan Kami timpakan kepada orang-orang yang lalim siksaan yang keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasik. Maka tatkala mereka bersikap sombong terhadap apa yang mereka dilarang mengerjakannya, Kami katakan kepadanya: "Jadilah kamu kera yang hina (Q.S Al A’raf : 163 - 166).
9. Solusi agung lain dari fitnah adalah takwa dan tawakkal kepada Allah . Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
……وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجْعَل لَّهُۥ مَخْرَجًۭاوَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ.
Barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. (Q.S At Thalaq : 2 -3).
Semoga Allah Azza Wa jalla mengeluarkan kefakiran , fitnah , adzab dan segala apa – apa yang menimpa, selama kita menjadi hamba yang bertakwa kepada Allah Ta’ala.   



[1]  Diringkas dan diterjemahkan bebas oleh Abu Idris as Salafiy dari kitab beliau berjudul Ishlahul Ummah 181-190
[2] Judul dalam tanda kurung adalah tambahan dari penerjemah

FIQIH SUJUD SYUKUR



FIQIH ISLAM

FIQIH SUJUD SYUKUR
Disusun : Abu Idris as Salafiy



PENGERTIAN SUJUD SYUKUR
Hakikat syukur adalah menampakkan nikmat yang Allah telah berikan atas lisan , hati dan anggota badan , yaitu berupa lisan yang mengucapkan kalimat ma’ruf lagi terpuji , hati mengetahui hakikat pemberi nikmat dan anggota badan dengan mengerjakan amal yang diridhai Allah .[1]
            Syukur kepada Allah menurut istilah yaitu seorang hamba melakukan ketaatan kepada Allah atas sebab nikmat yang Allah telah berikan . [2]
Adapun sujud syukur secara syar’i adalah sujud yang di kerjakan seseorang ketika mendapatkan nikmat atau terhindar dari bahaya[3] .
HUKUM SUJUD SYUKUR
Ulama berselisih pendapat tentang hukum sujud syukur secara syar’i.
1.      Disyariatkan
Ini adalah pendapat Syafi’I , Ahmad , Ishak Bin Ruhawaih , Abu tsaur , Ibnul Mundzir , Abu Yusuf , Muhammad , Ibnu Habib dari kalangan malikiyah. Mereka semua berdalil dengan hadits – hadits , Abi Bakrah –Semoga Allah meridhoinya- bahwasanya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam ketika mendapatkan nikmat segera bersujud sebagai rasa syukur kepada Allah (H.R ABU DAWUD 3 / 216 , At Tirmidzi 4 / 145 , beliau berkata : Hadits hasan ghorib).
2.      Tidak di syariatkan
Ini adalah pendapat Abu Hanifah , Imam Malik , Ibrahim An nakhoiy , dan ini adalah pendapat penduduk Madinah[4].

PENDAPAT YANG SHAHIH
Sepengetahuan kami pendapat yang Shahih sujud syukur adalah di sunnahkan ketika ada sebab – sebab sebagaimana penjelasan yang telah lalu , karena Rasulullah  Shalallahu ‘alaihi wasallam mengerjakannya.
Berkata Ibnu Hazm: Sujud syukur merupakan kebajikan.  ketika Allah memberikan nikmat kepada seseorang hendaknya melakukan sujud syukur karena sujud syukur merupakan kebajikan. Allah berfirman :
وَٱفْعَلُوا۟ ٱلْخَيْرَ
Kerjakanlah kebajikan. (Q.S Al Hajj : 77).
Tidak ada larangan dari Rasulullah mengenai hal ini, bahkan ada sebuah hadits : Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin yusuf , telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Fath , telah menceritakan kepada kami Abdul Wahhab bin ‘isa , telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Muhammad , telah menceritakan kepada kami Ahmad bin ‘ali , telah menceritakan kepada kami Muslim bin Al hajjaj , telah menceritakan kepada kami Zuhair bin harb , telah menceritakan kepada kami Al walid bin Muslim , Aku mendengar Al auza’I dia berkata , telah menceritakan kepada kami  Al walid bin hisyam Al mu’aiti , telah menceritakan kepada kami Ma’dan bin abi thalhah  Al ya’mariy dia berkata :  Aku bertemu dengan Tsauban mantan budak Rasululloh maka aku katakana kepadanya : Amalan apakah yang di cintai Allah ta’ala ? beliau menjawab : Aku telah bertanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam sebagaimana yang engkau tanyakan padaku maka Rasulullah menjawab : Hendaknya engkau memperbanyak sujud kepada Allah , tidaklah engkau sujud kepada Allah dengan sekali sujud melainkan Allah akan mengangkat derajatmu . Dan menghapus kesalahanmu  Ma’dan berkata : kemudian aku bertemu dengan Abu darda dan mempertanyakan hal yang sama maka beliau menjawab seperti jawabanya Tsauban .
Berkata Abu Muhammad Ibnu Hazm : Al walid bin Hisyam merupakan sahabat terkemuka Umar bin Abdul Aziz .
Tidak boleh seseorang  mengatakan sujud disini sujud untuk sholat secara khusus , Barangsiapa yang mendahulukan ucapannya ini maka sungguh dia berkata Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam yang tidak pernah Rasulullah katakan, bahkan dia telah berdusta atas Rasulullah , dan kami juga meriwayatkan dari Abu Bakar Ash shidiq bahwasanya beliau sujud ketika penaklukan Yamamah. -SELESAI PENUKILAN-[5]
Syarat Sujud Syukur
Sujud syukur tidak disyaratkan menghadap kiblat, juga tidak disyaratkan dalam keadaan suci karena sujud syukur bukanlah shalat. Namun hal-hal tadi hanyalah disunnahkan saja dan bukan syarat. Demikian pendapat yang dianut oleh Ibnu Taimiyah rahimahullah yang menyelisihi pendapat ulama madzhab.

Tata Cara Sujud Syukur
Tata caranya adalah seperti sujud tilawah, Yaitu dengan sekali sujud, lalu bertakbir, kemudian melakukan sekali sujud. Saat sujud, bacaan yang dibaca adalah seperti bacaan ketika sujud dalam shalat. Kemudian setelah itu bertakbir kembali dan mengangkat kepala. Setelah sujud tidak ada salam dan tidak ada tasyahud.

Apakah Ada Sujud Syukur dalam Shalat?
Menurut ulama Syafi’iyah dan Hambali, tidak dibolehkan melakukan sujud syukur dalam shalat. Karena sebab sujud syukur ditemukan di luar shalat. Jika seseorang melakukan sujud syukur dalam shalat, batallah shalatnya. Kecuali jika ia tidak tahu atau lupa, maka shalatnya tidak batal seperti ketika ia lupa dengan menambah sujud dalam shalat.

Sujud Syukur Ketika Waktu Terlarang untuk Shalat
Sujud syukur tidak dimakruhkan dilakukan di waktu terlarang untuk shalat sebagaimana halnya sujud tilawah. Alasannya, karena sujud tilawah dan sujud syukur bukanlah shalat. Sedangkan larangan shalat di waktu terlarang adalah larangan khusus untuk shalat.

- Wallahu a’lam wal ‘ilmu ‘indallah-



[1] Madarijius Salikin Baina Manazil Iyya kana’budu wa iyya kanasta’in Juz 02 / 244, Al Majmu syarhu muhadzab 1 / 74, Nihayatul Muhtaj 1 / 22
[2] Nihayatul Muhtaj 1 / 22 , Syarhu shahih Muslim Imam Ats tsubuut 1 / 47
[3] Syarhul Minhaj 1 / 28
[4] Al Bunaniy ‘ala Az zarqoniy 1 / 24
[5] Al Muhalla mas’alah ke 57

JANGANLAH KALIAN BERSEDIH MENINGGALKAN DAMMAJ, JIWA DAN KEHORMATAN KALIAN AMAT BERHARGA


لا تحزنوا بترك دماج فالنفس والعرض أهم
JANGANLAH KALIAN BERSEDIH MENINGGALKAN DAMMAJ, JIWA DAN KEHORMATAN KALIAN AMAT BERHARGA
penulis: Dr. Asy Syaikh Abdul 'Aziz bin Rayyis ar Rayyis




بسم الله الرحمن الرحيم

سلام عليكم ورحمة الله وبركاته

أما بعد:
فشكر الله للشيخ يحيى قراره في ترك دماج حفاظاً على الأنفس والأعراض التي هي أهم شرعًا.والأرض ليست مقصودة لذاتها شرعًا فلا نكون عاطفيين، وإنما المقصود التمكن من الهدف الأساس وهو تعلم العلم والعمل به والدعوة إليه.وليست أرض دماج شيئا بالنسبة لمكة، وقد تركها رسول الله صلى الله عليه وسلم وصحابته الكرام.والمرجو بعون الله وكرمه أن يتحقق المقصود في الأرض المنتقل إليها ، وأهل السنة رحمة وغيث في كل أرض حلوا فيها.ولا يقدر الله إلا خيرًا. أسأل الله أن يتقبل من مات شهيدًا ، وأن يجزي أهل السنة من أهل دماج خيرًا على استقبالهم لطلاب العلم والدفاع عنهم .
أسأل الله أن يجعله مهرهم لدخول الجنة.وأسأل الله أن يؤلف بين قلوب أهل السنة على الحق ويوحد صفوفهم، فهذا الأهم ثم الأهم
وما أحسن قول الله {وَالصُّلْحُ خَيْرٌ} ولنتذكر أننا في دار بلاء وامتحان وقريبا بين يدي الله موقوفون.والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

محبكم
د.عبد العزيز بن ريس الريس
@dr_alraies
المشرف على موقع الإسلام العتيق

يوم السبت 10 / 3 / 1435 هـ

MEMBONGKAR KESESATAN MANUSIA YANG KERAS KEPALA ATAS PENGKAFIRANNYA TERHADAP NEGERA SAUDI ARABIA ( seri I )


KOREKSI

MEMBONGKAR KESESATAN MANUSIA YANG KERAS KEPALA ATAS PENGKAFIRANNYA TERHADAP NEGERA SAUDI ARABIA ( seri I )
OLEH: MUJAHID AS SALAFI

HAK PENERBITAN BUKU INI BEBAS BAGI SIAPA SAJA DAN DIPERBOLEHKAN BAGI SETIAP ORANG UNTUK MENCETAKNYA,  SERTA MENYEBARKANNYA DALAM RANGKA MEMBUAT GERAM MUSUH-MUSUH ALLAH. DAN BEBAS JUGA UNTUK MEMBISNISKANNYA TANPA IZIN TERLEBIH DAHULU KEPADA PENULIS DENGAN SYARAT TIDAK MELAKUKAN PERUBAHAN SEDIKITPUN TERHADAP ISINYA


MUQADDIMAH
بسم الله الرحمن الرحيم وبه أستعين
الحمد لله رب العالمين والعاقبة للمتقين ولا عدوان إلا على الظالمين وأشهد ألا إله إلا الله وحده لا شريك له الموصوف بصفات الجلال والإكرام وصلى الله على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم أجمعين
أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلًۭا كَلِمَةًۭ طَيِّبَةًۭ كَشَجَرَةٍۢ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌۭ وَفَرْعُهَا فِى ٱلسَّمَآءِ. تُؤْتِىٓ أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍۭ بِإِذْنِ رَبِّهَا ۗ وَيَضْرِبُ ٱللَّهُ ٱلْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ.
Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.( QS. Ibrahim : 24-25 )
Ya Allah Rabb kami, mudahkanlah kami dalam membongkar pemikiran sesat para musuh – musuhMu, agar mereka mengetahui:
ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلْقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
(Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. ( QS. Ar Ruum: 3 )
لَتُبَيِّنُنَّهُۥ لِلنَّاسِ وَلَا تَكْتُمُونَهُۥ
"Hendaklah kamu menerangkan isi kitab itu kepada manusia, dan jangan kamu menyembunyikannya." ( QS. Ali Imran: 187 )
Al Imam Muslim meriwayatkan di dalam Shahihnya dari Aisyah radliyallahu ‘anha bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaikhi wa sallam bersabda seraya mengkhithabi para sahabanya:
أهجوا قريشاً فإنّه أشدّ عليهم من رَشقِ بالنّبل
“Hinalah orang-orang Quraisy itu, karena hinaan itu lebih dahsyat pengaruhnya terhadap mereka daripada hujanan panah.”
Ini bila masalahnya adalah masalah hinaan dan jawaban akan cacian orang-orang musyrik,maka apa gerangan dengan membongkar kesesatan para musuh – musuh Allah yang menebar kedustaan bahkan tidak segan mengkafirkan dua ulama’ sunnah Ibnu Baz dan Muhammad bin shalih al Utsaimin -rahimahumallah-.?! Tentu hal ini justru lebih penting dari hal itu.
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ جَاهِدِ الْكُفَّارَ وَالْمُنَافِقِينَ وَاغْلُظْ عَلَيْهِمْ وَمَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ
Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah neraka Jahanam. Dan itulah tempat kembali yang seburuk-buruknya. (QS. At Taubah : 73)
Ibnul Qoyyim menyatakan: Jihad dengan Ilmu dan hujjah merupakan jihadnya para Nabi dan Rosul-Nya. (Qosidah Nuniyyah)
Berkata Syaikh Bakr Abu Zaid -rahimahullah-: membantah orang yang menyimpang merupakan bagian dari ushul agama islam.
Imam Asy – Syathibi berkata: semisal dengan mereka, maka tidak mengapa membongkar kesesatan – kesesatan mereka. Semua itu kembalinya kepada kaum muslimin agar tidak terjerumus dalam kesesatan mereka. ( diambil dari Muqaddimah kitab “Hiwar ma’a doktor Safar Hawali fii kitabihi Zhahiratul Irja’ ” )
Amma Ba’du
            Risalah ini kami susun sebagai pembongkaran kesesatan manusia yang keras kepala bernama Abu Muhammad al Maqdisiy Isham Burqawi dalam pengkafirannya terhadap negeri saudi arabia yang hal itu dia paparkan dalam kitab sesatnya yang berjudul “Al Kawasyiful Jaliyyah fii Kufri Daulatis Su’udiyyah”.
            Risalah ini kami susun dengan banyak mengambil faedah dari kitab “Tabdid Kawasyifil ‘Anid Fii Takfirihi li Daulatit Tauhid” karya Doktor Asy Syaikh Abdul ‘Aziz Bin Rayyis ar Rayyis kitab ini merupakan bantahan dari kitab Abu Muhammad al Maqdisiy tersebut. Dan disini kami memberikan tambahan – tambahan faedah dari kitab – kitab lain yang semisal agar semakin nampak dan jelas kesesatan Abu Muhammad al Maqdisiy dan para pengikutnya.
            Hamba yang faqir menulis ini dalam rangka penunaian kewajiban seraya meminta keteguhan dan kelurusan dari Rabbul ‘Ibaad. Dan ini dilakukan dalam rangka:
  • Mengingatkan kaum mu’miniiin.
  • Menyadarkan orang-orang yang masih tidur lagi lalai.
  • Membongkar kaum mulabbisiin dan munifiqiin.
  • Menegakkan hujjah terhadap orang-orang yang membangkang.
  • Serta sebagai pelepas tanggung jawab di hadapan Allah Rabbul ‘aalamiin.
            Aku memohon kepada Allah ta’ala agar menjadikan risalah ini ikhlas karenaNya dan semoga Allah ta’ala menampakkan kebenaran di bumiNya dan melenyapkan kebatilan yang ada.
فَأَمَّا ٱلزَّبَدُ فَيَذْهَبُ جُفَآءًۭ ۖ وَأَمَّا مَا يَنفَعُ ٱلنَّاسَ فَيَمْكُثُ فِى ٱلْأَرْضِ ۚ كَذَٰلِكَ يَضْرِبُ ٱللَّهُ ٱلْأَمْثَالَ
Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan. ( QS. Ar Ra’du: 17 )
لِّيَهْلِكَ مَنْ هَلَكَ عَنۢ بَيِّنَةٍۢ وَيَحْيَىٰ مَنْ حَىَّ عَنۢ بَيِّنَةٍۢ ۗ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَسَمِيعٌ عَلِيمٌ
agar orang yang binasa itu binasanya dengan keterangan yang nyata dan agar orang yang hidup itu hidupnya dengan keterangan yang nyata (pula). Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha menegtahui. ( QS. Al Anfal : 42 )

                                                                                                                                    mujahid as Salafiy













MEMBONGKAR KESESATAN PENULIS DALAM MUQADDIMAHNYA
Penulis berkata: Lembaran-lembaran ini telah saya susun dengan waktu yang sangat singkat lagi sempit, dan saya untuk mengumpulkan materinya tidak begitu menguras waktu yang banyak dan tenaga yang besar.
Dan yang membuat saya cepat-cepat mengeluarkan dan menghadirkannya adalah apa yang terjadi dan tersebar dari kelangan yang menisbatkan diri mereka kepada dakwah, ilmu dan jihad, yang berupa pembelaan mereka terhadap nidzam su’uudiy briithaaniy amriikiy kafir (system kafir Nega Saudi yang bergaya Inggris dan Amerika),
            Jika kalian memperhatikan kalimat diatas, maka tentu akan kalian ketahui bahwa Manhaj Abu Muhammad al Maqdisiy adalah manhaj setan, Rasulullah bersabda:
ketenangan datangnya dari Allah, sedang tergesa – gesa itu datangnya dari syaitan. ( HR. Abu Ya’la dan dihasankan syaikh Albani dalam shahih jami’ush shaghir )
            Ulama’ salaf terdahulu menulis kitab dengan waktu yang lama bahkan sampai ada yang meninggal dunia kitab karangannya belum sempurna, beda halnya denga Abu Muhammad al Maqdisiy yang dengan tergesa – gesanya dia menulis bahkan menghukumi kafir terhadap sebuah negara, maka ini adalah kesalahan yang fatal lagi besar. Walaa haula walaa quwwata illa billah
Penulis berkata: apalagi usaha talbiis itu tidak menghabiskan biaya besar, paling buat ongkos cetak buku-buku itu dan gaji bagi para syaikh-syaikh upahan……….. Alangkah senangnya para thaghut Alu Su’uud dengan keberadaan orang-orang seperti kalian, dan alangkah girangnya mereka dengan pemahaman dan pola pikir kalian. Demi Allah seandainya mereka itu mengetahui kalian dan mendapatkan jalan untuk menemui kalian tentu mereka membeli kalian dengan uang berjuta-juta (Riyal).
            Lihatlah bagaimana orang keras kepala ini memenuhi mulutnya dengan celaan terhadap para Ulama’ bahkan menebar talbis dan tadlis kepada manusia, hanya kepada Allah-lah tempat mengadu,
وَمَثَلُ كَلِمَةٍ خَبِيثَةٍۢ كَشَجَرَةٍ خَبِيثَةٍ ٱجْتُثَّتْ مِن فَوْقِ ٱلْأَرْضِ مَا لَهَا مِن قَرَارٍۢ
Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikit pun. ( QS. Ibrahim: 26 )
إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِۦ وَهُوَ أَعْلَمُ بِٱلْمُهْتَدِينَ
Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah Yang Paling Mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya; dan Dia-lah Yang Paling Mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. ( QS. Al Qalam : 07 )

            Dan cukuplah bukti kesesatannya dengan banyaknya celaan yang dia lakukan terhadap siapapun yang tidak sejalan dengannya bahkan terhadap Ulama’ sekalipun, yang mana hal ini telah Allah larang dalam kitabNya,
وَلَا تُطِعْ كُلَّ حَلَّافٍۢ مَّهِينٍ. هَمَّازٍۢ مَّشَّآءٍۭ بِنَمِيمٍۢ. مَّنَّاعٍۢ لِّلْخَيْرِ مُعْتَدٍ أَثِيمٍ. عُتُلٍّۭ بَعْدَ ذَٰلِكَ زَنِيمٍ
Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah, yang sangat enggan berbuat baik, yang melampaui batas lagi banyak dosa, yang kaku kasar, selain dari itu, yang terkenal kejahatannya. ( QS. Al Qalam: 10-13 )
Penulis berkata: Begitulah talbiis dari pemerintah, talbiss dari para syaikh, dan talbiis dari para da’i, sehingga mereka mengkaburkan agama manusia, bahkan masalahnya sudah lebih dari itu, di mana sebagian orang yang menisbatkan dirinya kepada jihad, dia melarang setiap usaha dan jihad melawan pemerintah itu, bahkan berbicara (tentangnya saja adalah dilarang) dengan dalih bahwa statusnya masih samar dan tidak jelas.
            Dengan mudahnya dia memutar balikkan fakta, padahal dia justru yang menebar talbis dan tadlis, sehingga mengkaburkan agama yang haq ini dari manusia. Dimana dia melecehkan ulama’ yang melarang dia dan yang sepemahan dengannya agar tidak membicarakan aib – aib pemerintah melalui mimbar – mimbar yang hal ini bukanlah tergolong manhaj Rasulullah dalam menasehati pemerintah, buktinya adalah Rasulullah bersabda:
“Barangsiapa hendak menasehati pemerintah tentang sesuatu, jangalah dia lakukan secara terang – terangan. Akan tetapi hendaknya dia ajak dan menyendiri dengannya”. ( HR. Ahmad dalam Musnadnya )
            Bukti lain akan hal ini sebagaimana yang diriwayatkan Ibnu Abi Syaibah dan yang lainnya, Abdullah bin Jubair berkata:
“Aku berkata kepada Ibnu Abbas bahwa aku akan mengajak pemerintahku berbuat kebaikan, Ibnu Abbas berkata: jika kamu takut dia akan membunuhmu, maka jangan lakukan. Jika kamu ingin melakukan maka lakukanlah di tempat yang hanya antara kamu dan dia”.
Abu Ishaq berkata: tidaklah suatu kaum mencela pemerintah mereka kecuali Allah haramkan kebaikan atas mereka. ( Diriwayatkan Ibnu Abdil Barr dalam kitab beliau at Tamhid )
Berkata Syaikh Muhammad Ibnu ibrahim:…. Maka wajib menasehati mereka (pemerintah) sesuai Syar’I dengan lemah lembut, dan mengikuti jejak salaf Shalih (dalam perkara ini) tanpa membongkar kejelekan mereka di majlis – majlis dan di hadapan manusia. Yang meyakini hal ini merupakan bentuk inkarul Munkar maka ini adalah sifat melampaui batas yang tercela, bodoh terhadap realita dan tidak mengetahui akibat buruk akan hal itu terhadap agama dan dunia. ( Ad Durarus Saniyyah 9/119 )
            Bahkan Manhaj Abu Muhammad al Maqdisiy dalam perkara ini adalah Manhaj Abdullah bin Saba’ yahudi pencetus Syi’ah, Ibnu Jarir meriwatkan dalam kitab Tarikhnya, bahwa Abdullah bin Saba’ berkata:
“tampakkanlah cacian kalian terhadap pemerintah kalian.” ( Taarikh ar Rusul 4/340 )
Penulis berkata: Seharunya bila mereka tidak mengetahui atau status negaranya itu masih samar atas diri mereka, seharunya mereka itu mencari (kejelasan) dan bertanya, daripada menghalang-halangi dan banyak berdebat,”karena sesungguhnya obat ketidaktahuan adalah bertanya,” Allah subhaanahu wa ta’aala berfirman:
Dan janganlah kamu berdebat (untuk membela) orang-orang yang mengkhianati dirinya. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang selalu berkhianat lagi bergelimang dosa. An (Nisaa: 107).
Dan firman-Nya subhaanahu wa ta’aala:
Beginilah kamu, kamu sekalian adalah orang-orang yang berdebat untuk (membela) mereka dalam kehidupan dunia ini. Maka siapakah yang mendebat Allah untuk (membela) mereka pada hari kiamat? Atau siapakah yang jadi pelindung mereka (terhadap siksa Allah)?. “(An Nisaa: 109).
            Seharusnya dialah yang harus bertanya kepada Ulama’ mengenai hal ini, bukan dia hukumi sendiri bahkan menyuruh para Ulama’ bertanya kepadanya yang jelas – jelas dia bukan deretan Ulama’ hanya orang yang tidak memiliki ilmu, tidak pula rasa wara’ dan orang yang dalam hatinya ada kebencian.
فَسْـَٔلُوٓا۟ أَهْلَ ٱلذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui. ( QS. An Nahl: 43 )
Benarlah apa yang difirmankan Allah:
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ قَالُوٓا۟ إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ. أَلَآ إِنَّهُمْ هُمُ ٱلْمُفْسِدُونَ وَلَٰكِن لَّا يَشْعُرُونَ
Dan bila dikatakan kepada mereka: Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, mereka menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan." Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar. ( QS. Al Baqarah: 11-12 )
Padahal kalau dicermati apa yang dia lontarkan dengan kacamata ilmu dan keadilan murni, akan nampak sekali ketimpangan dan pengelabuhan serta penyamaran hakekat serta pemaksaan argument yang didesak-desakkan kedalam kebrutalannya.         
Dengan sadar atau tanpa sadar dia telah mengikuti jalan Fir`aun ketika berkata ke kaumnya:
قَالَ فِرْعَوْنُ مَا أُرِيكُمْ إِلَّا مَا أَرَى وَمَا أَهْدِيكُمْ إِلَّا سَبِيلَ الرَّشَاد
"Berkata Fir'aun : Aku tidaklah memberi tahu kalian kecuali apa yang telah aku arahkan, dan tidaklah aku menunjuki kalian kecuali jalan yang lurus.'[QS Ghofir :29]

wallahu a'lam wal 'ilmu 'indallah